Walimah Tapi Punya Utang?

  • by

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ :

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﻳﺲ ﺩَﻳْﻦٌ ﻣﺎﻟﻲٌّ ﻣُﻄﺎﻟَﺐٌ ﺑﻪ ﻓﻬﻞ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔُ؟ ﻭﺟﺰﺍﻛﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮًﺍ .

Soal:

Jika yang walimah tersebut punya utang yang harus dilunasi, apakah ia tetap wajib untuk melaksanakan walimah? Wa Jazaakumullahu khayran.

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ :

ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪ ﺭﺏِّ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣَﻦ ﺃﺭﺳﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪُ ﺭﺣﻤﺔً ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ، ﺃﻣَّﺎ ﺑﻌﺪ :

ﻓﺎﻟﻤﻌﻠﻮﻡ ﺃﻥَّ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔ ﻭﺍﺟﺒﺔٌ، ﻓﻼ ﺑُﺪَّ ﻟﻪ ـ ﺃﻱ : ﺍﻟﻌﺮﻳﺲ ـ ﻣِﻦ ﻭﻟﻴﻤﺔٍ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ، ﻷﻣﺮِ ﺍﻟﻨﺒِﻲِّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﻋﺒﺪَ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦَ ﻋﻮﻑٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺑﺬﻟﻚ ‏( ١ ).

ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔُ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻼﺛﺔَ ﺃﻳَّﺎﻡٍ ﻋَﻘِﺐ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻨﻘﻮﻝٌ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲِّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ‏( ٢ ‏) ، ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻓﻲ

-sponsor-
ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻏﻨﻴﺎﺀ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ، ﺍﻟﻤُﻬِﻢُّ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻧﻮﺍ ﻣﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣُﺘَّﻘﻴﻦ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ : ‏« ﻟَﺎ ﺗُﺼَﺎﺣِﺐْ ﺇِﻟَّﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ، ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺄْﻛُﻞْ ﻃَﻌَﺎﻣَﻚَ ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﻘِﻲٌّ )« ٣ ‏) ، ﻭﺃﻥ ﻳُﻮﻟِﻢَ ﺑﺸﺎﺓٍ ﺃﻭ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺇﻥ ﻭَﺟَﺪَ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺳَﻌَﺔً، ﻭﺃﻣَّﺎ ﺇﻥ ﺗَﻌَﺬَّﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻟﻚ ﻓﻼ ﻳُﺸْﺘَﺮَﻁُ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﺤﻢ ﺇﺫ ﺗﺠﻮﺯ ﺑﺪﻭﻧﻪ، ﻭﻣَﻦ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺩَﻳْﻦٌ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳَﺘَﺮَﺟَّﻰ ﺻﺎﺣِﺒَﻪ ﺃﻥ ﻳُﻤْﻬِﻠﻪ ﺻﻴﺎﻧﺔً ﻟﻌِﺮْﺿِﻪِ ﻣِﻦ ﺍﻟﻘَﺪْﺡ ﻓﻴﻪ ﻭﺍﻟﻮﻗﻮﻉِ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺮَّﻣﺎﺕ، ﻓﺈﻥ ﺗَﺰﻭَّﺝ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺩَﻳْﻦٌ ﻓﺰﻭﺍﺟُﻪ ﺻﺤﻴﺢٌ ﻻ ﻏُﺒﺎﺭَ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻭَﺟَﺐَ ﺭَﺩُّ ﺍﻟﺪَّﻳﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﻘﻀﺎﺀُ ﺑﺎﻷﺣﺴﻦ ﺇﻥ ﺃﻣﻜﻦ .

baca juga :  Menyebarkan Hadits Yang Belum Diketahui Keshahihannya

ﻭﺍﻟﻌﻠﻢُ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﺁﺧِﺮُ ﺩﻋﻮﺍﻧﺎ ﺃﻥِ ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪ ﺭﺏِّ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﻭﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤَّﺪٍ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ، ﻭﺳﻠَّﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤًﺎ .

ﺍﻟﺠﺰﺍﺋﺮ ﻓﻲ : ٢ ﻣِﻦ ﺍﻟﻤﺤﺮَّﻡ ١٤٢٨ﻫ

ﺍﻟﻤﻮﻓﻖ ﻟ : ٢١ ﻳﻨﺎﻳﺮ ٢٠٠٧ﻡ

Jawaban:

Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin, wash shalaatu wassalaamu ‘alaa man arsalahullahu rahmatan lil’aalamiin, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ikhwaanihi ilaa yaumid diin, Ammaa ba’du :

Dimaklumi bahwa walimah itu wajib, maka wajib bagi yang telah menggauli istrinya untuk menyelenggarakan walimah. Sebagaimana perintah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam kepada Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu. (HR. Al-Bukhariy, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah)

Walimah ini seyogyanya dilaksanakan tiga hari dari dukhul (masuknya hasyafah suami ke farji istri) sebagaimana dinukil dari Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam (HR. Al-Bukhari, dll). Hendaknya ia tak membatasi undangan hanya buat orang kaya dan tidak untuk orang faqir. Yang penting, yang diundang itu adalah orang Islam yang bertaqwa sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam: “Jangan mempersahabati kecuali mukmin saja, dan jangan ada yang memakan makananmu kecuali orang taqwa saja.” (HR. Abu Dawud, Attirmidzi, dll).

Dan hendaknya ia berwalimah meski dengan 1 ekor kambing atau lebih jika ia punya keluasan rizqi. Adapun jika ia punya udzur untuk hal itu maka tidaklah disyaratkan walimah itu harus ada daging saja ketika masih bisa menghadirkan makanan lainnya tak masalah.

baca juga :  Bahayanya Salah Faham Terhadap Qaul Ulama

Dan bagi sesiapa yang punya utang, hendaknya ia meminta tangguh agar ia bisa menjadi kehormatan dirinya dari keburukan dan terjatuh pada keharaman. Maka jika ia menikah dan ia memiliki utang, nikahnya sah tak ada masalah padanya. Hanya saja wajib baginya untuk membayar utangnya dan melunasinya dengan baik jika memungkinkan.

Dan Ilmu dari sisi Allah Ta’aalaa, dan akhir da’wah kami adalah Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Semoga shalawat terlimpah atas Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alayhi wasallam, atas keluarganya, sahabatnya, ikhwannya hingga hari pembalasan, serta salam untuk semuanya…

Syaikh ‘Ali Firkus

(Salah satu ulama besar Ahlussunnah Al-Jazaair)

Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh:
Al-Faqiir ilallah Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

Sumber:

ferkous.com/home/?q=fatwa-567

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *