Wajibkah Menyebutkan Mahar dalam Akad Nikah ?

  • by

Seseorang bertanya ?

Ustadz, wajibkah kita menyebutkan mahar ketika akad nikah?

Jawaban:

Jumhur ulama tak mewajibkan penyebutan mahar dan jumlah mahar ketika akad. Namun memang mustahabbah alias sunat. Yang penting maharnya memang ada, mau dibayarkan saat akad ataupun dibayarkan setelahnya tidak mengapa. Yang penting penuh kerelaan dari kedua belah pihak.

ﻭَﺁﺗُﻮﺍْ ﺍﻟﻨَّﺴَﺎﺀ ﺻَﺪُﻗَﺎﺗِﻬِﻦَّ ﻧِﺤْﻠَﺔً

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4)

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan,

ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺗﺴﻤﻴﺔ ﺍﻟﻤﻬﺮ ﻓﻲ ‏] ﻋﻘﺪ ‏[ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ‏] … ‏[ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳُﺴَﻢَّ ‏] ﻓﻲ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻣﻬﺮٌ ‏[ ﺻﺢ ﺍﻟﻌﻘﺪ ]

“Dan Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah… meskipun jika tak disebutkan dalam akad, akad nikah tetaplah sah.”

Syaikh Wahbah Zuhailiy mengatakan,

-sponsor-
style="text-align: right;">ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﻬﺮ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ : ﻓﻬﻮ ﻣﺎﺳﻤﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺪ ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻩ ﺑﺎﻟﺘﺮﺍﺿﻲ، ﺑﺄﻥ ﺍﺗﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﺻﺮﺍﺣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺪ ﺍﻭ ﻓﺮﺽ ﻟﻠﺰﻭﺟﺔ ﺑﻌﺪﻩ ﺑﺎﻟﺘﺮﺍﺿﻲ

“Adapun Mahar musamma adalah mahar yang disebut saat akad nikah atau setelahnya dengan dasar saling ridha, yakni disepakati secara jelas saat akad nikah atau ditentukan pada istri setelahnya dengan saling ridha.”

Wallahu waliyyut taufiiq

Muhibbukum,
Al-Faqiir ilallah Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘llmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

Maraaji’:

Fathul Qariib
Fiqhul Islam Wa Adillatuhu

(Visited 30 times, 1 visits today)
baca juga :  Mendidik Anak Bertransaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *