Urutan Membaca Tafsir Al-Quran

  • by

Penanya:

Ustadz, bagi pemula seperti kita kadang tidak tahu dari mana dulu baca tafsir Al-Quran. Kemudian tahapannya seperti apa juga. Mohon penjelasannya dari mana kami memulai baca kitab tafsir dan sekaligus urutannya seperti apa?
Jazaakallohu khairon ustadz.
Jawaban:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله،
أما بعد،

Pertanyaan ini bagus. Menunjukkan keseriusan anda dalam mempelajari Kitabullah dan memahaminya. Kita yakin betul akan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa diantara sebaik-baik muslim adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.
Rasul صلى الله عليه وسلم bersabda,

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya”. (Riwayat Al-Bukhâriy)
Maka kita berharap kita termasuk di dalamnya. Aamiin.
Diantara bentuk mempelajari Al-Quran adalah berupaya memahami isinya. Tiada cara lain untuk mencapainya kecuali dengan

-sponsor-
mengikuti pelajaran atau membaca buku-buku tafsirnya.
Jika yang ditanyakan adalah buku-buku tafsir, maka para ulama di zaman kontemporer ini berbeda-beda dalam merekomendasikan. Namun saya menyimpulkan dari para ulama mana dahulu yang dibaca dan bagaimana setelahnya.
Baik, pertama, mulailah dari buku-buku tafsir ringkas, seperti:
1. Tafsir al-Muyassar, yang ditulis oleh para ulama Saudi Arabia (sebagiannya).
2. Tafsir As-Si’diy/As-Sa’diy (Taysîrul Karîmir Rahmân fiy Tafsîri Kalâmil Mannân), yang ditulis Syaikh al-‘Allâmah al-Mufassir as-Si’diy rahimahullâh.
3. Aysarut Tafâsîr (Tafsir al-Aysâr), yang ditulis Syaikh Abu Bakr al-Jazâiriy.
Pilih dua dari 3 di atas. Lebih baik lagi jika semuanya.
Setelah khatam yang di atas, baru beranjak ke tingkatan menengah:
1. Tafsîr Jalâlain, yang ditulis al-Hâfidzh as-Suyûthiy dan al-Mahalliy.
2. Tafsir Ibnu Katsîr (Tafsîrul Qurânil ‘Azhîm), yang ditulis oleh al-Hâfidzh Ibnu Katsîr.
3. Tafsîr Adhwâ-ul Bayân, yang ditulis Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqîthiy.
4. Tafsîr Fathul Qadîr, yang ditulis oleh Asy-Syaukâniy.
Kemudian beranjak ke Tafâsîr lanjutan:
1. Tafsîr Ath-Thabariy (Jâmi’ul Bayân fiy Ta‘wîlil Qurân), yang ditulis oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabariy.
2. Tafsîr Al-Baghawiy (Ma’âlimut Tanzîl), yang ditulis oleh Imam Al-Baghawiy.
3. Tafsîr al-Qurthûbiy (al-Jâmi’ li Ahkâmil Qurân), yang ditulis oleh Imam Al-Qurthûbiy.
4. Tafsîr At-Tahrîr wat Tanwîr, yang ditulis oleh Ibnu Asyûr.
Tentunya banyak sekali buku-buku tafsir, namun beberapa ini bisa menjadi acuan untuk memiliki fondasi yang kokoh dalam memahami Kitabullâh.
Yang paling penting adalah buku-buku tafsir yang ringkas dipelajari langsung dari mulut guru. Selebihnya menguatkan membaca pada tafsir-tafsir yang ada untuk memperkaya khazanah keilmuan dan meluaskan pandangan dalam memahami kitabullah.
Semoga bermanfaat.

baca juga :  Pakai Nishab Perak Atau Emas Pada Zakat Maal?

Beusi, Mendung di awal sore 15 Rabî’ul Akhîr 1442 H
Akhukum,
Abu Hâzim Mochamad Teguh Azhar

Editor: Dudi

(Visited 122 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *