Tinta Cumi ?

  • oleh

Di salah satu grup ada yang bertanya tentang hukum makan cumi-cumi dan sekaligus tintanya.

Ini jawaban ana pribadi,

Pertama,

Allah berfirman,

ﺃُﺣِﻞَّ ﻟَﻜُﻢْ ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﻭَﻃَﻌَﺎﻣُﻪُ ﻣَﺘَﺎﻋًﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟِﻠﺴَّﻴَّﺎﺭَﺓِ } ﺍﻟﻤﺎﺋﺪﺓ : 96}.

“Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan….”

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 96)

Kata Al Bahr disana ada Alif Lam Istighraqiyyah yang memberi faidah umum. Maka semua hewan laut halal.

Yang dikecualikan apabila ia berbahaya atau ada indikasi lain akan keharamannya.

Adapun cumi tak kami dapati keterangan hal tersebut kecuali ia telah biasa dikonsumsi dan aman-aman saja.

Rasul bersabda terkait laut,

ﻫﻮ ﺍﻟﻄﻬﻮﺭ ﻣﺎﺀﻩ ﺍﻟﺤﻞ ﻣﻴﺘﺘﻪ

“Airnya suci menyucikan, bangkainya halal dimakan.” (Riwayat Malik, An-Nasai, Ibnu Majah, dll)

-sponsor-
style="text-align: justify;">Kata al-Hillu ada alif lam istighraqiyyah juga dan yufiidul ‘umum (memberi faidah keumuman).

Menunjukkan keumuman. Berarti seluruh bangkai laut halal.

Jika bangkai laut halal semua, maka apalagi cuma tinta cumi.

Kedua,

Dalam hal makanan, maka semua makanan halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Tidak ada dalil keharaman cumi.

Ketiga,

Jika ia masuk kategori darah, maka ia diantara darah yang sulit dihilangkan sampai bersih.

Berkata Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah terkait darah sisa yang tertinggal ba’da penyembelihan, bahwa itu suci. Di bawah ini ibarotnya, hanya tak ana terjemahkan semuanya untuk hemat waktu..

baca juga :  Hukum Melepas Alat Resusitasi Pada Pasien

… ﻓﺈﻥ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺩﻡٌ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺬﺑﺢ ﻭﺑﻌﺪ ﺧﺮﻭﺝ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺑﺤﻴﺚ ﺇﺫﺍ ﻓﺼﺪﺗﻬﺎ ﺳﺎﻝ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﺪﻡ، ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻡ ﺣﻼﻝٌ ﻭﻃﺎﻫﺮ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺩﻡ ﺍﻟﻜﺒﺪ ﻭﺩﻡ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻬﻪ ﻛﻠﻪ ﺣﻼﻝً ﻭﻃﺎﻫﺮ . ﺍﻧﺘﻬﻰ

Nah, untuk darah hewan darat yang mengalir saja masih diberi keringanan manakala tertinggal dan sulit untuk dikeluarkan semua, apalagi tinta cumi yang sulit dibersihkan semua karena seakan-akan menyatu sama badannya. Maka akan lebih diberi keringanan lagi tentunya.

Keempat,

Fatwa-fatwa para ulama lainnya terkait halalnya hubbar (cumi-cumi) sangat banyak. Tentunya termasuk di dalamnya tintanya tanpa kecuali.

Sehingga, Wallahu A’lam, mauqif kami cumi dan tintanya halal dimakan.

Wallahu Waliyyut Taufiiq

Akhukum,
Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *