Tetaplah Berkarya Meski Tak Dianggap Siapapun

  • oleh

Banyak diantara kita yang begitu kecewa akan karya yang tak direspon dan dihargai. Tulisan tak pernah dibaca, video yang tak ditonton, program yang tak digubris, pembicaraan yang tak didengar, bahkan sebaliknya malah disepelekan, dilupakan, hingga ditentang.

Tenanglah kawan !

Menjelaskan apapun tentang hebatnya dirimu yang sebenarnya pada mereka hanya menghabiskan waktu dan energi saja. Sebab orang yang tak menyukaimu tetap saja ia bergeming untuk merespon dan menganggapmu. Terlebih lagi jika mereka punya tipikal “enggak ada untungnya buat kami maka kami tinggalkan dan lupakan”, tentu unfaedah sama sekali upaya kerasmu itu.

Sementara mereka yang mencintaimu pun tak akan bisa menambah kemulianmu sedikitpun. Untuk saat itu mereka cinta padamu, namun tak ada jaminan mereka akan tetap mencintaimu beberapa hari ke depan.

Maka, keikhlasan dalam berkarya itulah asas dalam keistiqamahan.

-sponsor-
style="text-align: justify;">Barang siapa yang faham betul tentang ini ia akan terus berkarya walau “sesakit” apapun respon manusia terhadapnya.

Pada akhirnya, meski seorang mukhlis tak pernah mengharap itu, Allah tetap menjanjikan pada mereka:

ﻭَﻗُﻞِ ﺍﻋْﻤَﻠُﻮْﺍ ﻓَﺴَﻴَﺮَﻯ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻤَﻠَﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪٗ ﻭَﺍ ﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮْﻥَ ﻭَﺳَﺘُﺮَﺩُّﻭْﻥَ ﺍِﻟٰﻰ ﻋٰﻠِﻢِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺍ ﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓِ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮْﻥَ

ۚ

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

baca juga :  Kulaimat Ibnu Hazm

(QS. At-Taubah 9: Ayat 105)

Imam Al-Baghawiy (Wafat 516 H) dalam kitab tafsirnya menukil perkataan  Mujahid ketika mengomentari ayat ini:

ﻫﺬﺍ ﻭﻋﺪ ﻟﻬﻢ

“Inilah janji Allah untuk mereka”.

Kemudian Al-Baghawiy dalam tafsirnya juga menukil perkataan salaf lainnya:

ﺭﺅﻳﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺈﻋﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻳﺎﻩ ، ﻭﺭﺅﻳﺔ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺑﺈﻳﻘﺎﻉ ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﺼﻼﺡ ، ﻭﺍﻟﺒﻐﻀﺔ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ

“…Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam melihat (pekerjaan mereka) sebagaimana pemberitaan dari Allah kepada beliau. Begitu pula orang-orang beriman akan melihat serta jatuh cinta dalam hati mereka pada ahli kebaikan itu dan membenci ahlil fasaad (pembuat kerusakan).” (LIhat Ma’ālimut-tanzīl halaman: 581)

So, tetaplah bekerja dan berkarya meski tak pernah dianggap oleh manusia. Adapun kecintaan mereka, kalaupun terjadi maka itu bonus saja, bukan dari ghayah (tujuan) kita beramal. Begitu pula kebencian dan kedengkian mereka, itu tak akan mengurangi kemuliaan kita, justru malah memperburuk keadaan mereka sendiri.

Allah dan Rasul-Nya ﷺ serta orang-orang beriman akan melihat karya kita meski kita tak pernah memintanya.

Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi semua.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 103 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *