Tasybik Di Zaman Now!

  • by

Salah satu dari kemakruhan ketika seseorang menunggu waktu shalat di Masjid adalah Tasybik (menjalin jari-jemari). Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam salah satu riwayat hadits, bahwa Nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam  melarang melakukan Tasybik.

Dari Ka’ab bin ‘Ujrah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يُشَبِّكَنَّ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَإِنَّهُ فِى صَلاَةٍ

“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu memperbagus wudhunya, kemudian keluar menuju masjid dengan sengaja, maka janganlah ia menjalin jari-jemarinya karena ia sudah berada dalam shalat.” (HR. At-Tirmidziy no. 386, Ibnu Majah no. 967 dan Abu Daud no. 562. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dzahir hadits di atas menunjukkan larangan melakukan tasybik (menjalin jari-jemari) ketika seseorang berwudlu lalu keluar

-sponsor-
menuju masjid untuk kemudian menunggu shalat ditegakkan, hingga shalat ditunaikan.

Namun, sebagaimana dijelaskan diawal larangan tersebut menurut para ulama menunjukkan kepada hukum makruh.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah berkata:

أما التشبيك بين الأصابع فيكره من حين يخرج ، وهو في المسجد أشد كراهة ، وفي الصلاة أشد وأشد”

“At-Tasybik (Menjalin jari-jemari) adalah dimakruhkan ketika ia keluar berjalan menuju masjid. Ketika ia sudah berada di masjid, maka kemakruhan itu bertambah. Dan shalat dilaksanakan, maka kemakruhan itu semakin bertambah (keras)” [Syarhul-‘Umdah, hal. 601; Daarul-‘Aashimah, Cet. 1/1418].

baca juga :  Tentang Metode

Namun dalam hal ini para ulama juga mrenjelaskan ‘illat sebenarnya adalah kesia-siaan, senda gurau, dan kemalasan. Orang bermain jari sembari menunggu shalat hal itu menunjukkan kesia-siaan. Karena perbuatan Itu jelas bisa mengganggu kekhusyuan hati ketika hendak shalat.

Mungkin salah satu bentuk tasybik di zaman now (saat ini) adalah memainkan jari-jemari kita di layar HP. Sebab ia ada kesamaan ‘illat.

Mari kita sedikit merenung…

Jika menjalin jari-jemari ketika hendak shalat saja dilarang jika tak ada hajat, maka bagaimana dengan lalainya hati gara-gara ponsel?!

Semoga faidah singkat ini bisa menjadi bahan muhasabah bagi kita semua.

Wallaahu Waliyyut Taufiq.

Muhibbukum,
Mochamad Teguh Azhar,  Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 75 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *