Tanda Kiamat: Wanita Ikut Berdagang

  • by

Pertanyaan:

Bismillaah, Ustadz izin bertanya ada sebuah flyer (selebaran) di media sosial yang menukil hadits Nabi sebagai berikut:

“Sesungguhnya menjelang kiamat akan ada ucapan salam khusus dan perdagangan tersebar luas sehingga seorang wanita ikut serta dengan suaminya dalam perdagangan. (HR. Ahmad).

Jadi sebaiknya kaum wanita tidak berdagang atau bagaimana ustadz?

Jawaban:

Hadits tersebut tidak menunjukkan larangan wanita untuk berdagang. Namun sedang mengkhabarkan bahwa diantara ciri akhir zaman atau salah satu dari tanda-tanda kiamat itu banyak pedagang dari kalangan wanita. Bukan berarti berdagangnya wanita akan mempercepat kiamat. Namun hanya tanda saja.

Mengapa mereka bisa ikut berdagang? Karena beberapa kemungkinan, diantaranya:

1. Di akhir zaman nanti jumlah wanita lebih banyak dari lelaki. Bahkan perbandingannya 50:1. Rasul shallallahu ‘alaihi was salaam bersabda,

وتبقى النساء حتى يكون لخمسين امرأة قيم واحد. رواه البخاري، ومسلم

“Tersisalah para wanita hingga 50

-sponsor-
wanita berbanding 1 lelaki.” (HR. Al-Bukhariy dan Muslim)

Maka sangat mungkin jika jumlah mereka lebih banyak dari lelaki, maka mereka akan banyak mengganti peran lelaki, misalnya dengan berdagang.

Mengapa jumlah wanita semakin banyak?

Jawabnya karena kelahiran dan juga banyaknya pembunuhan dan peperangan di akhir zaman yang hanya melibatkan lelaki tanpa wanita, sehingga jumlah wanita semakin banyak.

Dalam Kitab Tuhfatul Ahwadziy dikatakan,

(ويكثر النساء) قيل: سببه أن الفتن تكثر، فيكثر القتل في الرجال؛ لأنهم أهل الحرب دون النساء

“(Banyaknya wanita), dikatakan sebabnya karena banyaknya fitnah-fitnah, yaitu banyaknya pembunuhan di kalangan lelaki, karena mereka tukang perang, tidak seperti wanita.”

2. Bisa juga karena kelak di akhir zaman para wanita berdagang sehingga harta semakin banyak, manusia makin makmur.

لا تقوم الساعة حتى يكثر فيكم المال

“Tidak akan tegak kiamat hingga harta akan semakin banyak pada kalian…” (HR. Muslim)

Dan masih banyak kemungkinan lainnya. Tentunya bukan berarti terlarangnya wanita berdagang, namun memang kelak jumlah mereka yang semakin banyak, sehingga mereka harus berdagang untuk tetap hidup. Hingga akhirnya mereka menjadi penuh kemakmuran.

Asalkan berdagang sesuai ketentuan syar’iy, tidak melakukan transaksi haram, dan tidak menjual barang haram, serta tidak melalaikan tugasnya sebagai istri, maka tidaklah mengapa wanita berdagang untuk membantu perekonomian keluarga. Sebagaimana Fathimah radhiyallahu ‘anha bekerja mengadon roti untuk membantu perekonomian keluarganya, padahal beliau putri seorang Rasul shallallaahu ‘alaihi was sallaam.

Adapun flyer-flyer seperti itu bagus pada satu sisi, namun bisa berbahaya di sisi lain. Sebab saking pendeknya penukilan sehingga orang yang membacanya tidak akan memiliki pemahaman yang utuh tentang apa yang dinukilkan tersebut.

Wallâhu Waliyyut Taufîq

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 255 times, 1 visits today)
baca juga :  Makna Iman Kembali Ke Madinah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *