STANDAR MINIMAL KITAB-KITAB YANG DIKUASAI PENUNTUT ILMU

  • by

Penanya:
Ustadz, kami ini penuntut ilmu, InSyaaAllah. Kitab apa saja yang perlu kami pelajari minimalnya untuk dibaca dan difahami?

Jawaban:
Alhamdulillâh, wash shalâtu wassalâmu ‘alal mab’ûtsi rahmatan lil ‘âlamîn Nabiyyinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi ajma’în. Ammâ ba’du.

Setiap ‘Alim tentu memiliki rekomendasi yang berbeda-beda terkait kitab yang perlu dipelajari atau standar minimal bagi seorang penuntut ilmu. Namun dalam hal ini saya akan menukil salah satunya saja, yaitu dari Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy (‘Alim dari Yaman).

Beliau memberikan saran sebagai standar minimal penuntut ilmu,

الكتب التي يبدأ بها طالب العلم المبتدئ -إذا كان يجيد القراءة والكتابة- أن يقرأ في «فتح المجيد شرح كتاب التوحيد» فهو كتاب عظيم .
وفي «العقيدة الواسطية» لشيخ الإسلام ابن تيمية .
وفي «القول المفيد» لأخينا محمد بن عبدالوهاب الوصابي .
وهكذا «بلوغ المرام»

-sponsor-
.
و «رياض الصالحين» .
فإذا قرأت في هذه الكتب فنفسك تتوق إلى كتب أخرى .
وإن استطعت أن تبدأ بحفظ القرآن ؛ فهو أفضل وأحسن .
ومسألة اللغة العربية لإخواننا الأعاجم فهي مهمة جدا ، فإذا كان الشخص أعجميا لا يحسن اللغة العربية ربما يأتيك شخص في هيئة إسلامية ، ويفسر لك القرآن على غير تفسيره ، كما حصل من المعتزلة.

“Kitab-kitab yang cocok untuk penuntut ilmu memulai dengannya jika ia telah bagus dalam bacaan dan tulisan (arab) hendaknya ia membaca kitab Fathul Majid syarh kitab Tauhid, ini kitab yang agung. Selanjutnya Al-‘Aqîdah al-Wâsithiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Serta Al-Qaulul Mufîd karya saudara kami Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb al-Wushâbiy. Begitu pula Bulûghul Marâm dan Riyâdhush Shâlihîn. Jika anda sudah membaca kitab-kitab ini, maka anda bisa beralih ke kitab lainnya. Jika anda mampu menghafal Al-Quran terlebih dahulu, maka itu afdhal dan lebih baik. Dan persoalan Bahasa Arab bagi saudara-saudara kita dari kalangan ‘Ajam (non Arab) maka sangat penting sekali dipelajari lebih awal. Sebab jika seseorang itu ‘Ajam dan tidak bisa bahasa Arab, bisa jadi ada orang yang datang dalam tampilan islam kemudian ia menafsirkan untuk anda Al-Quran tidak sebagaimana tafsiran yang sebenarnya, seperti tafsiran mu’tazilah (maka sangat berbahaya).” (https://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2828)

baca juga :  URGENSI TEMAN SHALIH DALAM THALAB

Tentu masih banyak para ulama lain selain beliau rahimahullah yang bisa memberikan saran yang berbeda-beda. Namun yang penting dalam masalah ini adalah anda mengetahui bagaimana prioritasnya. Dan penjelasan singkat beliau semoga bisa jadi patokan.

Adapun kunci keberhasilan belajar jika dikembalikan kepada asalnya adalah mengikuti saran dari guru anda. Mereka yang lebih faham dalam menunjukkan jalan pada anda.

Dan saya ingatkan kembali, bahwa semua kitab yang direkomendasikan Syaikh Muqbil di atas haruslah dipelajari bersama guru.

Wallâhu Waliyyut Taufîq. Semoga bermanfaat.

Wa shallillâhumma ‘alâ nabiyyil Musthafâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi ahlash shidqi wal wafâ wasallama taslîman mazîdâ.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)
Editor : Dudi Rusdita

(Visited 44 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *