Solusi dari Quran Terkait Interaksi Sesama Kita

  • by

1. Shobrun Jamiil (Kesabaran yang indah).
Punya kemampuan meluapkan emosi, tapi ia tahan dan memilih diam. Sebagaimana Ya’qub ‘Alayhissalaam yang bersabar atas perilaku anak-anaknya terhadap Yusuf ‘Alayhissalaam kecil.

( ﻭَﺟَﺎۤﺀُﻭ ﻋَﻠَﻰٰ ﻗَﻤِﯿﺼِﻪِۦ ﺑِﺪَﻡࣲ ﻛَﺬِﺏࣲۚ ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻞۡ ﺳَﻮَّﻟَﺖۡ ﻟَﻜُﻢۡ ﺃَﻧﻔُﺴُﻜُﻢۡ ﺃَﻣۡﺮࣰﺍۖ ﻓَﺼَﺒۡﺮࣱ ﺟَﻤِﯿﻞࣱۖ ﻭَﭐﻟﻠَّﻪُ ﭐﻟۡﻤُﺴۡﺘَﻌَﺎﻥُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﺗَﺼِﻔُﻮﻥَ )

“Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Ya’qub) berkata, Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 18)

( ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻞۡ ﺳَﻮَّﻟَﺖۡ ﻟَﻜُﻢۡ ﺃَﻧﻔُﺴُﻜُﻢۡ ﺃَﻣۡﺮࣰﺍۖ ﻓَﺼَﺒۡﺮࣱ ﺟَﻤِﯿﻞٌۖ ﻋَﺴَﻰ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥ ﯾَﺄۡﺗِﯿَﻨِﯽ ﺑِﻬِﻢۡ ﺟَﻤِﯿﻌًﺎۚ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻫُﻮَ ﭐﻟۡﻌَﻠِﯿﻢُ ﭐﻟۡﺤَﻜِﯿﻢُ )

“Dia (Ya’qub) berkata, Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang

-sponsor-
baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 83)

Jika anda tidak bisa seperti itu. Mudah Baperan. Tidak kuat menghadapi kedzhaliman demi kedzhaliman teman anda, maka selanjutnya adalah…

2. Hajrun Jamiil (Tinggalkan dengan cara yang Indah)
Tinggal ucapkan, Ma’as salaamah. Sudah. Tidak usah di perpanjang urusan. Tidak usah di perpanjang perkara. Mengalah saja sudah. Dan tidak usah menggerutu kesana kemari. Telan saja sendiri. Agar tidak ada dendam dalam hati. Dan agar benci tidak terpatri.

( ﻭَﭐﺻۡﺒِﺮۡ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﯾَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻭَﭐﻫۡﺠُﺮۡﻫُﻢۡ ﻫَﺠۡﺮࣰﺍ ﺟَﻤِﯿﻞࣰﺍ )

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.”
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 10)

Ketika ia datang kembali. Menyadari kesalahannya. Meminta maaf. Ngajak main lagi. Ngajak senyum lagi. Ngajak damai lagi. Ngajak becanda lagi. Maka…

3. Shofhun Jamiil (Maafkan dengan cara terindah).
Maafkanlah kesalahannya yang lalu. Anggap tidak pernah terjadi. Dan jangan ungkit lagi. Bahkan tutupi kesalahannya yang lalu dari manusia.

( ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘۡﻨَﺎ ﭐﻟﺴَّﻤَـٰﻮَ ⁠ٰﺕِ ﻭَﭐﻟۡﺄَﺭۡﺽَ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﯿۡﻨَﻬُﻤَﺎۤ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﭑﻟۡﺤَﻖِّۗ ﻭَﺇِﻥَّ ﭐﻟﺴَّﺎﻋَﺔَ ﻟَـَٔﺎﺗِﯿَﺔࣱۖ ﻓَﭑﺻۡﻔَﺢِ ﭐﻟﺼَّﻔۡﺢَ ﭐﻟۡﺠَﻤِﯿﻞَ )

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 85)

Semoga interaksi kita Indah, teman-teman…

Akhukum,
Al-Faqiir ilallah Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Tasyim

(Visited 52 times, 1 visits today)
baca juga :  Penuntut Ilmu Di Zaman Dahulu Dan Zaman Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *