Silsilah Tafsir Al-Quran

  • by

SERI JUZ 15

SURAT AL-KAHFI (1-2)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا ((1

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebeng­kokan di dalamnya.”

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2)

“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk mem­peringatkan akan siksaan yang sangat pedih di sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shalih, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.”

Kandungan Ayat

1. Ini bentuk pujian untuk Allah dengan sifat-sifat-Nya yang semuanya disifati dengan kesempurnaan. Dan terhadap nikmat-Nya baik yang dzhahir maupun yang bathin, dîniyyah ataupun dunyâwiyyah.

Dialah Allah yang telah menurunkan pada hamba-Nya dan

-sponsor-
Rasul-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم Al-Qurân al-Karîm. Yang mana Al-Qurân ini dijelaskan dalam Tafsir al-Muyassar untuk menafsirkan ولم يجعل له عوجا,

لم يجعل فيه شيئا من الميل عن الحق

“Tidak ada di dalamnya sedikitpun ketergelinciran/kebengkokan dari al-Haq.” [Tafsir Al-Muyassar, hal. 293]

Artinya. Allah tidak menjadikannya mengandung kebengkokan, tidak pula kesesatan, tidak pula penyimpangan, bahkan Al-Qurân dijadikan-Nya pertengahan lagi lurus. [Tafsîr Ibnu Katsîr]

2. Al-Qurân itu lurus dan jauh dari kebengkokan, bahkan tak ada samasekali kebengkokan di dalamnya.

baca juga :  Silsilah Tadabbur Al-Quran

Mengapa ia dijadikan demikian?

Jawabnya salah satunya adalah ia difungsikan untuk memberi peringatan pada yang bengkok-bengkok semisal para penentangnya, yaitu orang-orang kafir, bahwa jika mereka tetap dalam kebengkokan yaitu kekafiran maka Allah menjanjikan adzab yang pedih dari sisi-Nya.

Di sisi lain ia juga difungsikan sebagai pembawa kabar gembira bagi orang beriman (yang membenarkan Al-Qurân) dan tidak menginginkan kebengkokan, yang senantiasa beramal shalih, bahwasanya bagi mereka ada pahala yang bagus dan baik.

Faedah Ayat:

-Hendaknya kita jadikan Al-Qurân sebagai pedoman dalam kehidupan. Ia akan membuat kita lurus dan jauh dari kebengkokan. Sebab ia dijamin tak ada kebengkokan, tak ada kebathilan dan kesesatan di dalamnya.

-Hendaknya seseorang itu tidak mengikuti orang-orang kafir. Sebab mereka penuh kebengkokan dan kebathilan. Dan memalingkan kita dari kebenaran. Baik secara dzhahir dan bathin.

Wallahu Waliyyut Taufîq

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *