Silsilah Tadabbur Al-Quran

  • by

SERI JUZ 3

SURAT ÂLI ‘IMRÂN (7)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ …

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad). Diantaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat…”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 7)

Kandungan Ayat:
Terjadi perbedaan pendapat terkait al-Muhkam dan al-Mutasyâbih. Terdapat banyak ‘ibarat dari para salaf.

Berkata ‘Aliy bin Thalhah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhuma, bahwasanya al-Muhkamât,

ناسخه وحلاله وحرامه وحدوده وفرائضه، وما يؤمر به ويعمل به

“Penghapus hukum sebelumnya, perihal halal haramnya, batas-batas syari’atnya serta fardhu-fardhunya, dan apa-apa yang diperintahkan serta beramal dengannya.”

Sementara menurut ‘Ikrimah, Mujâhid, Qatâdah, adh-Dhahhâk, Muqâtil bin Hayyân, ar-Rabî’ bin Anas, dan as-Suddiy,

المحكم الذي يعمل به

“al-Muhkam adalah yang bisa diamalkan.” [Tafsir Ibnu

-sponsor-
Katsîr, 2/7]

Adapun al-Mutasyâbihât, masih menurut Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhuma,

إنهن المنسوخة والمقدم منه والمؤخر، والأمثال فيه والأقسام، وما يؤمن به ولا يعمل به

“Sesungguhnya (mutasyabihat) itu ayat-ayat yang mansûkh (dihapus hukumnya), yang didahulukan maupun yang diakhirkan, amtsâl (perumpamaan-perumpamaan) di dalamnya dan aqsâm-nya (sumpah-sumpah), serta apa-apa yang wajib diimani namun tidak bisa diamalkan.”

Adapun menurut Muqâtil bin Hayyân dan Mujahid, ayat mutasyâbihât itu,

الحروف المقطعة في أوائل السور

“Huruf-huruf muqaththa’ah (dipotong-potong) di awal-awal surat.” [Tafsir Ibnu Katsîr, 2/7]

Faedah Ayat:
Adanya ayat-ayat mutasyabihât adalah diantara ujian Allah kepada hambanya. Sesiapa yang mengembalikan perkaranya kepada yang lebih jelas darinya, dan dia berhukum dengan yang telah muhkam, maka ia termasuk yang mendapat hidayah.
Dengan ayat mutasyabihat ini Allah akan memisahkan mana yang tersesat dan mana yang lurus jalannya.

Wallâhu Waliyyut Taufîq

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)
Editor : Dudi Rusdita

(Visited 23 times, 1 visits today)
baca juga :  Istilah-Istilah Ukuran Dalam Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *