Sabar Dalam Thalab

Ada yang menarik dari penuturan Yahya bin Abi Katsîr rahimahullâh ketika mengomentari firman Allah,

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ…

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya…”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

Beliau menafsirkan bahwa “orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya” itu di Majelis Fiqih.

Ya, mereka belajar tentang ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullâh shallallâhu ‘alayhi wasallam. Mereka belajar tentang hukum-hukum Allah dan syari’at-Nya. Maka laiklah majelis seperti itu bagaikan majelis dzikir yang senantiasa menyeru Allah Jalla Wa ‘Alâ.

Mata kadang terkantuk. Perut terasa lapar. Tenggorokan haus. Kepala pening ketika membahas persoalan pelik seputar hukum syar’iy. Itu semua adalah bentuk perjuangan. Tidak akan bisa melewatinya kecuali mereka yang sabar saja.

Berkata Yahya bin Abi Katsîr di kesempatan

-sponsor-
lain,

لا يستطاع العلم براحة الجسم

“Tak akan digapai ilmu itu dengan rehatnya badan.” [Syarh Ta’zhîmil ‘Ilmi, hal. 64]

Berkata sebagian salaf,

من لم يحتمل ألم التعليم لم يذق لذة العلم

“Barangsiapa yang belum merasakan sakitnya belajar, maka ia tak akan merasakan lezatnya ilmu.” [Syarh Ta’zhîmil ‘Ilmi, hal 64]

Na’am. Menghafal ilmu butuh kesabaran. Memahaminya butuh kesabaran. Menghadiri majelisnya butuh kesabaran. Menjaga hak-hak guru butuh kesabaran. Menghadapi karakter guru dan kawan yang beragam juga butuh kesabaran.

baca juga :  Cita-Cita Dan Tekad Yang Kuat Dalam Menuntut Ilmu

Menyiarkan ilmu butuh kesabaran. Menyampaikannya pada keluarga butuh kesabaran. Mengajak mempelajarinya butuh kesabaran. Membina murid dengannya butuh kesabaran. Memahamkan mereka juga butuh kesabaran. Menyaksikan ketergelinciran dan kekeliruan mereka pun butuh pada kesabaran.

Semoga Allah sabarkan hati kita… Aamiin.

Abu Hâzim Mochamad Teguh Azhar   

( Khâdimul Qurân was Sunnah di Ma’had Daar El ‘Ilmi Beusi )

Editor : Tsaqib Ilham Nur

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *