SAAT ANDA MELEWATI USIA 33 TAHUN

  • by

Surat Al-Ahqâf : 15 (Juz 26)

Allâh Tabâraka wa Ta’âlâ berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau

-sponsor-
ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 15)

عن مجاهد, عن ابن عباس, قال: أشدّه: ثلاث وثلاثون سنة, واستواؤه أربعون سنة…

“Dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata bahwa Asyuddahû maksudnya usia 33 tahun. Dan matangnya di usia 40 tahun.” [Tafsir ath-Thabariy]

عن قتادة ( حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ ) قال: ثلاثا وثلاثين

Dari Qatadah (hattâ idzâ balagha asyuddahû) beliau berkata tentangnya: “itu maksudnya usia 33 tahun.” [Tafsir ath-Thabariy]

Sebagian lainnya berpendapat maksudnya usia kematangan.

Disini mengandung faedah rentang usia seseorang mulai matang hingga ke puncaknya adalah 33-40 tahun. Allah memerintah untuk mulai memuhasabahi segala nikmat Allah sehingga ia sampai ke usia tersebut.

Begitu pula ia harus mulai memperhatikan orang tuanya secara serius. Sebab ketika usianya sudah matang berarti orang tuanya telah mencapai usia udzur bahkan mungkin telah mendahului menghadap Allah.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ) يقول: أغرني بشكر نعمتك التي أنعمت عليّ في تعريفك إياي توحيدك وهدايتك لي للإقرار بذلك, والعمل بطاعتك ( وَعَلَى وَالِدَيَّ ) من قبلي, وغير ذلك من نعمتك علينا, وألهمني ذلك

(Rabbi awzi’niy an asykura ni’mataka) maksudnya: ” Semangatkan aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Kau anugerahkan padaku dalam mengenal-Mu, bertauhid pada-Mu, serta hidayah-Mu untukku hingga aku bisa mengikrarkan keimananku, dan beramal ketaatan pada-Mu. Begitu pula (atas kedua orang tuaku) sebelumku, serta nikmat lainnya selain itu atas kami. Ilhamkan padaku untuk bisa demikian.” [Tafsir ath-Thabariy]

وقوله ( وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ ) يقول تعالى ذكره: أوزعني أن أعمل صالحا من الأعمال التي ترضاها, وذلك العمل بطاعته وطاعة رسوله صلى الله عليه وسلم

Dan firman Allah Ta’âlâ (Wa an a’mala shâlihan tardhâhu): “Tunjukilah aku agar beramal shalih dari amal-amal yang Kau ridhai. Dan itu adalah amal ketaatan pada-Nya dan ketaatan pada Rasul-Nya shallallâhu ‘alayhi wasallam.” [Tafsir ath-Thabariy]

Ini menunjukkan bahwa kita tak bisa dan tak mudah beramal shalih yang diridhai kecuali dengan petunjuk-Nya. Sehingga kita diperintah untuk memohon petunjuk-Nya.

وقوله ( وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ) يقول: وأصلح لي أموري في ذرّيتي الذين وهبتهم, بأن تجعلهم هداة للإيمان بك, واتباع مرضاتك, والعمل بطاعتك…

Dan firman-Nya (wa ashlih liy fiy dzurriyyatî) maksudnya: “dan perbaikilah untuk semua urusanku terkait keturunanku yang engkau karuniakan pada mereka, agar engkau hidayahi mereka agar beriman padamu, mengikuti jalan keridhaan-Mu, dan beramal shalih mentaati-Mu…” [Tafsir ath-Thabariy]

Ini menunjukkan perlunya kita memohon pada Allah agar menjadi seluruh urusan kita terkait keturunan kita. Agar mereka jadi anak-anak yang beriman, mengikuti al-haq, dan menjadi jiwa-jiwa yang taat.

Wallahu Waliyyut Taufiiq

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 18 times, 1 visits today)
baca juga :  Ketelitian Dan Kecermatan Dalam Amal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *