Ringankan Jiwa Anda Dengan Tidak Kepo

Berkata Abdul Malik bin Hubaib rahimahullâh,

من الأدب: أن لا تقرأ كتاب أحد بغير إذنه، ولو كان الكتاب مفتوحًا؛ فقد لا يريد صاحب الكتاب أن يُعلم الكتاب الذي يقرؤه، وقد يكون فيه تعليقات له لا يحب اطلاع غيره عليها، أو غير ذلك من أسباب، ولا يلزمه أن يبدي لك عذره لتترك الإثقال والإيذاء بالتحركات الآثمة والنظرات الخاطفة!

“Bagian dari adab adalah tidak membaca buku seorang pun tanpa izin darinya, meskipun buku tersebut dalam keadaan terbuka. Sungguh si pemilik buku tidak menginginkan diketahui buku yang sedang ia baca, karena bisa jadi di dalamnya ada catatan kaki (komentar-komentar ilmiah yang ia tulis) di dalamnya yang tidak dia sukai orang lain mengetahuinya, atau mungkin dengan sebab-sebab lainnya. Dan tidak melazimkan juga ia harus memberitahumu alasannya agar kamu tidak memberat-beratkan dirimu sendiri dan tidak mencari-cari cara

-sponsor-
tidak terpuji untuk mengintip isi buku tersebut!” [Al-Wara’, hal. 130]

كان سفيان الثوري يكره أن يقرأ الرجلُ كتبَ الرجل وفيه العلم بغير إذنه، وإن كان منشورًا.

“Adalah Sufyan ats-Tsauriy rahimahullâh tidak menyukai seseorang yang membaca buku-buku milik orang lain yang didalamnya ada ilmu yang dikumpulkan empunya buku tanpa izin darinya, meskipun ilmu tersebut sebenarnya sudah tersebar.” [Qanâtu Tsamarâtil Muthâla’ah]

Ya, disinilah kita belajar menjaga privasi orang lain, serta menjaga keaslian hasil karyanya.

baca juga :  Hikmah Dari Diamnya Guru Dan Bebasnya Murid

Kalaulah urusan isi buku, isi catatan saja harus dijaga privasinya, maka apalah lagi hal-hal lain yang lebih besar dan menjadi inti kehidupan seseorang.

Tidak baik jika seseorang fudhul (kepo) menanyakan apa rahasia dapur masakan orang lain, curi-curi metode orang lain untuk diklaim sendiri, menelisik kehidupan seseorang, mencuri-curi ilmunya, mengintip catatannya, dan sebagainya. Sebab itu semua tak mencerminkan adab seorang muslim.

Jangan beratkan diri anda dengan rasa penasaran terhadap orang lain. Ringankan jiwa anda dengan tidak kepo terhadap orang lain, apalagi dengan niat buruk.

Abu Hâzim Mochamad Teguh (Mudir Ma’had Daar El -Ilmi & Founder Silsilah Tadabbur Quran)

Editor : Tsaqib Ilham Nur

 

(Visited 22 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *