Mulianya Wanita Ta’at

  • oleh

Dahulu, di Zaman para salaf. Di zaman keemasan Islam. Di zaman dimana syari’at ditaati dan ditinggikan. Para sahabat jika mau belajar pada Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha maka mereka mendapati ibunda pasti berada di balik tabir. Sebagai perwujudan dari firman Allah,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“ Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al Ahzab: 53)

Itu ibunda mereka, ibunda kaum mukminin, Ummahatul Mu’miniin. Yang secara logika tak perlu hijab jika berbicara dgn anak-anaknya. Namun begitulah seorang akhawat shalihah dan ‘Aalimah Faqiihah. Begitu menjaga kesuciannya meski dalam urusan dakwah.

Itu ibunda. Apalagi wanita kita di zaman ini, lebih membutuhkan lagi akan hijab.

-sponsor-
style="text-align: justify;">Akan berbeda cerita jika lelaki yang tampil itu. Maka ini bab yang lain lagi.

Adapun muslimah kita hari ini… Ada kesenjangan yang jauh dari kondisi mereka dahulu. Seorang Da’iyyah pun bisa bebas berada di podium, mimbar-mimbar, panggung-panggung, dan jalan-jalan, sampai disaksikan oleh para ikhwan. Dan itu mengatasnamakan dakwah…

Jika keluarnya mereka dari rumah saja sudah dihiasi oleh Syaithan untuk memukau mata kaum pria, maka bagaimana halnya memang dimaksudkan untuk ditonton ribuan pasang mata?

baca juga :  Penuntut Ilmu Di Zaman Dahulu Dan Zaman Sekarang

رواه الترمذي عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان. قال المباركفوري في تحفة الأحوذي وهو يبين معنى هذا الحديث: فإذا خرجت استشرفها الشيطان. أي زينها في نظر الرجال…

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda:
” Wanita itu adalah aurat. Jika ia keluar maka syaithan menghiasinya”.

Al-Mubaarakfuuriy dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan makna hadits ini:
Jika ia keluar maka syaithan akan menghiasinya, yaitu menghiasinya agar indah dalam pandangan para lelaki…

Ya. Wal haashil. Kita tidak perlu terpukau dengan public figure yang terkenal, fotonya banyak terpampang, sering muncul di televisi dan life show, dan suaranya banyak terdengar di radio, aktivis organisasi, sering muncul di youtube, atau aktif di Instagram dengan ribuan bahkan jutaan followers, serta segala kesibukan lain di luar rumahnya dengan nama emansipasi wanita dalam dakwah. Semua itu tidak pernah ada pada masa salaf, generasi terbaik umat ini.

Sesungguhnya segala kebaikan adalah dengan mengikuti kaum salaf, dan segala keburukan terdapat pada berbagi perkara dan pemahaman yang diadakan oleh kaum khalaf (belakangan). Wallahu a’lam.

Akhukum,
Al-Faqiir ilallah Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

baca juga :  Tabi'in Yang Paling Utama

Editor : Tasyim

(Visited 71 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *