MENJAGA MURÛ-AH

  • by

Pernah ditanyakan pada Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullâh,

قد استنبطت من القرآن كل شيء، فأين المروءة فيه؟

“Sungguh engkau mampu untuk beristinbath (mengambil kesimpulan hukum) dari Al-Quran untuk semua perkara. Maka manakah di dalamnya yang berkenaan dengan Murû-ah (menjaga kehormatan diri).”

Kemudian Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullâh menjawab,

(خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ)
ففيه المروءة وحسن الأدب ومكارم الأخلاق

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 199)
Di dalamnya menjelaskan tentang Murû-ah, bagusnya adab, dan mulianya akhlaq.” [Syarh Ta’zhîmil ‘Ilmi, hal. 76]

Penuntut ilmu itu mereka yang menjaga murû-ahnya. Mereka tak memotong jenggotnya, tak memanjangkan kainnya di bawah mata kaki, tak menyempitkan pakaiannya. Ibnu Hajar Al-Haitamiy asy-Syâfi’iy serta Ibnu ‘Abidin al-Hanafiy menjelaskannya.

Mereka juga tak melakukan

-sponsor-
pekerjaan sia-sia, tak sibuk dengan yang melenakan jiwa, tak kepo dengan kehidupan orang lain, bahkan mereka tak banyak lirik kiri kanan ketika di jalan. Ibnu Syihab Az-Zuhriy dan Ibrâhîm An-Nakha’iy mengisyaratkannya.

Mereka tak selonjoran tanpa udzur dan darurat di kumpulan manusia, tak mengupil sembarangan, menutup mulut ketika batuk, menutup mulut dan hidung ketika bersin, tak terbahak ketika tertawa, dsb. Ath-Thurthûsyiy al-Mâlikiy, Ibnu Qudamah dan Ibnu ‘Aqil al-Hanbaliy menerangkannya.

baca juga :  Penuntut Ilmu Di Zaman Dahulu Dan Zaman Sekarang

Mereka juga tak mempersahabati orang-orang fasiq, sebagaimana al-Ghazzâliy dan Ibnu ath-Thayyib asy-Syâfi’iy, serta al-Qâdhiy ‘Iyâdh al-Yahshubiy al-Mâlikiy.

Mereka tenang hatinya, pemaaf, beretika, dan tak meladeni para juhala (orang-orang jahil),

وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا

“Adapun hamba-hamba Ar-Rahmân itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)
Editor : Dudi Rusdita

(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *