MENGHADIAHI ANAK DI HARI RAYA DENGAN SEJUMLAH UANG

Lajnah Daimah dan Darul Ifta pernah ditanya terkait hukum memberi uang pada anak di hari raya agar anak semakin bersemangat untuk beribadah di kemudian hari. Kemudian mereka menjawab,

ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻣﺤﺎﺳﻦ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ، ﻭﺇﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ، ﻛﺒﻴﺮﺍً ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﺻﻐﻴﺮﺍً ، ﻭﺃﻣﺮ ﺭﻏﺐ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺍﻟﻤﻄﻬﺮ

“Tak ada masalah, bahkan itu diantara adat yang bagus dan memasukkan kebahagiaan pada hati seorang muslim, baik besar maupun kecil, dan perkara yang mana syari’at yang suci ini menganjurkannya.”

Syaikh Dr. Syauqiy ‘Allām mengatakan,

ﻧﺪﻋﻮ ﻹﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﻔﺮﺣﺔ ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻃﻔﺎﻟﻨﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻧﺎ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﺒﺎﺡ، ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﺃﻥ ﺇﻋﻄﺎﺀ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﺔ ﻛﻤﺎ ﺍﻋﺘﺎﺩ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﻤﺤﺒﺒﺔ ..

“Kami mengajak untuk memasukkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak kita dengan apa-apa yang mubah. Tidak diragukan lagi bahwa memberi ‘Iediyyah (uang

-sponsor-
hadiah di hari ‘Ied) sebagaimana kebiasaan muslimin adalah diantara perkara yang dicintai…”

Dalam hal ini Al-Hafidzh Ibnu Hajar ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ dalam Fathul Bāriy mengomentari hadits yang diriwayatkan dari Ibunda ‘Aisyah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ yang didalamnya ada pengingkaran dari Abu Bakr terhadap 2 Jariyah yang bersenandung dan menabuh rebana di hari ‘Ied yang kemudian Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda: ‘Biarkan mereka wahai Aba Bakr, karena bagi setiap kaum ada ‘Ied, dan hari ini adalah ‘Ied kita.’

Ibnu Hajar berkata,

ﺃﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ﻓﻲ ﺍﻷﻋﻴﺎﺩ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺭ ﺍﻟﺪﻳﻦ

“Bahwasanya menampakkan kegembiraan di hari-hari ‘Ied adalah bagian dari Syi’ar Agama.” (Fathul Bāriy, 2/443)

Syaikh Shalih Al-Munajjid dalam laman resminya memberi syarat agar ia semakin mantap dan syar’iy:

1. Adil dalam pemberian.

Jangan sampai kita memberi pada satu anak, namun anak lainnya tidak.

2. Membedakan pemberian berdasarkan umur. Jangan samakan pemberian pada yang sudah besar dengan yang masih kecil. Karena kebutuhan mereka berbeda.

3. Mengawasi anak kecil setelah diberi. Kemana mereka membawa uang tersebut. Agar jangan sampai mereka membelanjakannya di tempat-tempat sia-sia, tempat-tempat permainan yang kurang mendidik, dan sebagainya.

So, memberi uang ‘Iediyyah dibolehkan, bahkan adat yang bagus dan bagian dari syi’ar agama karena bagian dari Idkhālus Surūr (memasukkan kegembiraan pada hati) dan Idzh-hārus Surūr (Menampakkan kegembiraan) di hari ‘Ied.

Wallahu Waliyyut Taufiiq.

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 134 times, 1 visits today)
baca juga :  Hukum Mendo'akan Peninggal Shalat Ketika Sudah Meninggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *