Mengetahui Jalan

Mengetahui jalan. Ianya penting untuk sampai di tujuan. Luput darinya, akan tersesat atau tak sampai pada yang diinginkan. Mungkin bisa sampai suatu waktu, namun bersamanya ada kelelahan.

Dari Jatiwangi ke Majalengka, misalkan. Ia akan sampai melalui rajagaluh ataupun kadipaten mengikuti jalan. Hanya saja perputaran itu sangat jauh dan melelahkan. Lain halnya jika lewat Karayunan, akan sampai tanpa kelelahan.

Begitupula dalam menuntut ilmu. Anda harus tahu mana yang akan dituju. Jalan mana yang harus digugu. Jangan jalan yang salah dan penuh ragu. Perkataan Az-Zarnûji dijelaskan oleh para guru,

وكل من أخطأ الطريق ضل، ولا ينال المقصود قل أو جل.

“Dan setiap yang salah jalan ia akan tersesat. Ia tak mendapatkan yang dimaksudkan kecuali sedikit dengan lelah yang banyak.” [Ta’lîmul Muta’allim]

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullâh dalam kitab Al-Fawâid,

الجهل بالطريق وآفاتها والمقصود، يوجب التعب الكثير مع الفائدة القليلة

“Ketidaktahuan

-sponsor-
akan jalan, keburukan yang akan dihadapi padanya, dan tujuan agungnya, akan menjadikan kelelahan yang sangat bersama dengan faedah yang sedikit.” [Syarh Ta’zhîmil ‘Ilmi, hal. 43]

Salah jalan dalam menuntut ilmu akan tersesat. Keliru metode dalam thalab-nya maka tidak akan sampai dengan sempurna. Ada faedah memang yang didapat tapi sedikit sekali bersama lelah yang sangat.

Maka kenalilah jalannya, pahami metodenya. Bertanyalah pada para guru akan hal itu. Jangan loncat-loncat dalam menuntut ilmu.

baca juga :  Hamba Yang Rabbani

Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar (Mudir Ma’had Daar El -Ilmi & Founder Silsilah Tadabbur Quran)

Editor : Tsaqib Ilham Nur

 

 

(Visited 15 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *