MENANGGUNG HIDUP PARA ULAMA

  • by

Diantara hal unik sekaligus cerdas adalah kebiasaan Imam Ibnul Mubârak rahimahullâh. Yaitu beliau membiayai kehidupan para ulama di zamannya. Shadaqahnya khusus ditujukan untuk para ahli ilmu.

Ketika dikatakan padanya,

لو عممت به غيرهم

“Kalaulah kau berikan juga secara umum pada selain mereka (para ulama) tentu lebih baik.”

Maka beliau menjawab dan memberi alasan,

إني لا أعرف بعد مقام النبوة أفضل من مقام العلماء، فإذا اشتغل قلب العالم بالحاجة لم يتفرغ للعلم، ولا يقبل على تعليم الناس، فرأيت أن أعينهم وأكفيهم حاجاتهم؛ لتفرغ قلوبهم للعلم، وينشطوا لتعليم الناس. [قوت القلوب]

“Aku tidak tahu setelah tingkatan kenabian yang lebih afdhal selain para ulama. Jika hati seorang ‘Alim sibuk mengurusi hajatnya sendiri (tidak ada yang menanggung hidupnya) maka ia tak punya waktu untuk mengajarkan ilmunya, dan ia tak akan menerima tawaran

-sponsor-
untuk mengajari manusia. Maka aku bermaksud menolong dan mencukupi kebutuhan mereka, agar hati mereka merasa senggang untuk mengajarkan ilmu serta mereka akan rajin dan bersemangat dalan mengajari manusia.” [Qûtul Qulûb]

Perhatikan betapa agung niat beliau. Betapa cerdas strategi beliau. Bandingkan dengan keadaan sekarang, dimana kaum muslimin kurang begitu perhatian terhadap para Ustadz, guru ngaji, guru agama, santriwan-santriwati, terutama yang berada di kampung-kampung.

Mereka (para ustadz dsb) memang tak pernah mengharapkan pemberian dalam pengajaran dan dakwahnya, namun perhatian kaum muslimin akan membuat mereka tak tersibukkan dengan urusan perutnya dan perut keluarganya, dan sibuk dalam mengajari ummat secara lebih luas lagi.

Bayangkan jariyah yang akan mengalir kepada mereka yang menanggung kehidupan para ulama. Setiap kali tercetak ahli ilmu, ahli ibadah, orang shalih melalui mereka, maka akan terus mengalir pahalanya untuk mereka yang bersedekah. Inilah mungkin alasan cerdas yang mendasari Imam Ibnul Mubârak melakulan itu.

Wallâhu A’lam.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)
Editor : Dudi Rusdita

(Visited 8 times, 1 visits today)
baca juga :  Nasihat Pernikahan Bagian 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *