Konstantinopel

  • by

Qusthanthiniyyah alias Konstantinopel atau Byzantium. Nama yang sangat populer. Dan yang terbayang dibenak kaum muslimin adalah Sultan Mehmed II alias Muhammad Al-Fatih.

Negeri dengan benteng paling kokoh di dunia yang membuat putus asa para lawan. Benteng berlapis-lapis yg jika satu lapis hancur, masih ada lapisan lain yang harus dihancurkan lagi. Sangat kokoh dan kuat. Belum sempat menghancurkan lapisan berikutnya, kapal-kapal lawan sudah habis dibakar dengan taktik bumi hangus dengan sebutan Api Yunani.

Mungkin sebagian mengira bahwa penaklukan Konstantinopel baru dimulai di masa Turki Utsmaniy atau Kekaisaran Ottoman. Namun sebenarnya ia telah dimulai dari semenjak zaman para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

Sebagian mengatakan dimulai di masa ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu. Sebagian pakar mengatakan di masa Mu’awiyah bin Abi Sufyan ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ .

Upaya tersebut

-sponsor-
telah dimulai dari 8 abad sebelum Al-Fatih menaklukkannya. Itu fakta tak terbantahkan. Sehingga, itu adalah program estafet dari kurun ke kurun. Dari satu dinasti ke dinasti lainnya. Mereka punya kesamaan misi terhadap Konstantinopel, yaitu mewujudkan bisyarah Nabi       ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ,

ﻛﻨﺎ ﻋﻨﺪ ﻋﺒﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦِ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦِ ﺍﻟﻌﺎﺹِ ، ﻭ ﺳُﺌِﻞَ ﺃﻱُّ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺘﻴْﻦِ ﺗُﻔﺘﺢُ ﺃﻭﻟًﺎﺍﻟﻘﺴﻄﻨﻄﻴﻨﻲﺓُ ﺃﻭ ﺭﻭﻣﻴَّﺔُ ؟ ﻓﺪﻋﺎ ﻋﺒﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﺼﻨﺪﻭﻕٍ ﻟﻪ ﺣِﻠَﻖٌ ، ﻗﺎﻝ : ﻓﺄﺧﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﻛﺘﺎﺑًﺎ ﻗﺎﻝ : ﻓﻘﺎﻝ ﻋﺒﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ : ﺑﻴﻨﻤﺎ ﻧﺤﻦُ ﺣﻮﻝَ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻧﻜﺘﺐُ ، ﺇﺫ ﺳُﺌِﻞَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ : ﺃﻯُّ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺘﻴْﻦِ ﺗُﻔﺘﺢُ ﺃﻭﻟًﺎ ﺍﻟﻘﺴﻄﻨﻄﻴﻨﻴﺔُ ﺃﻭ ﺭﻭﻣﻴَّﺔُ ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ : ﻣﺪﻳﻨﺔُ ﻫﺮﻗﻞَ ﺗُﻔﺘﺢُ ﺃﻭﻟًﺎ : ﻳﻌﻨﻲ ﻗﺴﻄﻨﻄﻴﻨﻴﺔَ

baca juga :  Hikmah Pandemi Corona

“Kami berada di sisi Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash dan beliau ditanya tentang mana kota yang dibuka terlebih dahulu, apakah Konstantinopel ataukah Romawi? Maka beliau meminta untuk diambilkan sebuah kotak, lalu beliau mengeluarkan sebuah kitab lalu berkata: “Berkata Abdullah bin Mas’ud: Tatkala kami bersama Rasulullah  ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  untuk menulis, tiba-tiba beliau ditanya: Manakah kota yang terlebih dahulu dibuka, apakah Konstantinopel ataukah Romawi?’. Maka beliau menjawab: ‘Yang dibuka terlebih dahulu adalah kota Heraklius’. Yaitu Konstantinopel”.

Sebagai contoh di masa Mu’awiyah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ . 1700 armada disiapkan oleh beliau, sangat besar. Hingga mampu membuka beberapa pulau. Dan armada-armada tersebut juga sampai ke Konstantinopel setelah memenangkan pertempuran Dzatus Shuwari.

Di tahun 48 Hijriyah Mu’awiyah  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ  menyiapkan tentara besar untuk membuka Konstantinopel dengan mengutus para Sahabat dalam jumlah besar, seperti Abu Ayyub Al-Anshariy, Ibnu Zubair, Yazid anak beliau, Ibnu ‘Abbas, dll…

Apa poin penting disini. Ada hal yang unik di masa Mu’awiyah  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ   terjadi. Dan ini menunjukkan kepiawaian beliau dalam merangkul ‘lawan’. Na’am. Ibnu ‘Abbas   ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ   adalah salah satu seteru Mu’awiyah dalam peristiwa Tahkim. Beliau berada di pihak ‘Ali bin Abi Thalib  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ  . Namun Mu’awiyah mampu untuk menjadikannya mitra ketika tampuk pemerintahan Islam beralih ke beliau.

baca juga :  Menanam Pohon Menurut Syari'at

Sudut kedua. Sikap Ibnu ‘Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ . Beliau mau membai’at Mu’awiyah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ . Ini menunjukkan bahwa begitulah hendaknya kita bersikap. Siapa saja yang menjadi pemimpin dalam keadaan dia Muslim, maka wajib kita mendengar dan taat dalam perkara Ma’ruf.

Dimaklumi bahwa salah satu asas Ahlussunnah dalam masalah jihad adalah,

ﻭﺍﻟﺤﺞ ﻭﺍﻟﻐﺰﻭ ﻣﻊ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﺽ …

“Haji dan Peperangan adalah bersama komando Pemimpin telah tetap dari semenjak dulu…” (Syarhus Sunnah, hal. 58)

Imam Al-Barbahariy melanjutkan di poin-poin selanjutnya,

ﻭﻣﻦ ﺧﺮﺝ ﻋﻠﻰ ﺇﻣﺎﻡ ﻣﻦ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻬﻮ ﺧﺎﺭﺟﻲ . ﻭﻗﺪ ﺷﻖ ﻋﺼﺎ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﺧﺎﻟﻒ ﺍﻵﺛﺎﺭ ﻭﻣﻴﺘﺎﺗﻪ ﻣﻴﺘﺔ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ .

“Dan sesiapa yang keluar dari ketaatan pada Pemimpin dari para Pemimpin kaum muslimin maka ia Kharijiy. Sungguh ia telah mematahkan tongkat kaum muslimin dan menyelisihi Ātsār, dan matinya seperti kematian Jahiliyyah.” (Syarhus Sunnah, hal. 58)

Begitu pula dengan Ziyad. Ya, Gubernur Bashrah yang dengan izin Allah berhasil mengatasi 3 problem Bashrah yang tak selesai-selesai; Syi’ah, Pemberontak, dan Para pelaku kriminal.

Dulu Ziyad adalah di barisan sahabat yang mulia ‘Aliy bin Abi Thalib  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ  . Namun ketika tampuk pemerintahan beralih ke Mu’awiyah  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ  , maka beliaupun Sam’an wa Tho’atan pada Mu’awiyah  ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ .

Na’am, Konstantinopel dan upaya penaklukkannya dari semenjak dulu mengandung mozaik-mozaik terserak yang sangat berfaedah bagi kaum muslimin. Sejarah selalu mengajari kita agar tak jatuh ke lubang yang sama jika itu bentuk kesalahan, dan agar kita faham bagaimana pola-pola penyelesaian persoalan di depan dengan bercermin pada sejarah. Namun nampaknya, hal ini (pentingnya sejarah) masih dipandang sebelah mata oleh sebagian kita…

baca juga :  Kenyang

Mengumpulkan mozaik yang terserak dari berbagai sumber…


Wallahu Waliyyut Taufiiq


Akhukum,
Al-Faqiir Ilallah Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘llmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *