Keshalehan Orang Tua

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh.” (QS. Al-Kahfi: 82)

Al-Imâm Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata,

فيه دليل على أن الرجل الصالح يحفظ في ذريته، وتشمل بركة عبادته لهم في الدنيا والآخرة، يشفاعته فيهم ورفع درجتهم إلى أعلى درجة في الجنة لتقر عينه بهم، كما جاء في القرآن ووردت السنة به.

“Ini jadi dalil bahwa laki-laki shâleh akan membuat keturunannya terjaga dan termasuk juga mendapatkan barokah dari ibadah yang ia lakukan pada keturunannya di dunia dan akhirat. Orang shâleh ini akan men-syafa’ati keturunannya tadi. Ia pun akan mengangkat derajat mereka hingga derajat tinggi di surga. Karena anak-anak ini jadi penyejuk mata baginya. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Quran dan as-Sunnah tentangnya.” [Tafsîr Al-Qurân al-‘Azhîm lil Hâfizh Ibni Katsîr, 5/194]

Mungkin

-sponsor-
saat ini anda khawatir dengan kondisi anak-anak, bagaimana masa depan mereka, keshalehan mereka, kehidupan mereka, dan sebagainya. Namun ayat ini mengisyaratkan pada kita akan upaya yang bisa anda lakukan agar mereka terjaga segalanya. Selain mengambil sebab-sebab lainnya agar mereka baik, shaleh, sukses, di kemudian hari dengan menyekolahkan, memondokkan, mendidik dan membina mereka di rumah; Anda juga harus mulai memikirkan diri anda sendiri. Ya, SHALEHKAN DIRI ANDA, MAKA MEREKA AKAN TERJAGA! InSyaaAllâh

baca juga :  Kabar Gembira Bagi Pengemban Al Quran

Karena keshalehan orang tua berpengaruh terhadap keturunannya, sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir di atas.

Wallâhu Ta’âlâ A’lam.

Abu Hâzim Mochamad Teguh Azhar (Mudir Ma’had Daar El -Ilmi & Founder Silsilah Tadabbur Quran)

Editor : Tsaqib Ilham Nur

 

(Visited 67 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *