Kapan Waktu Shalat Taubat

  • oleh

Penanya:

Bismillah..

Afwan ustadz izin bertanya..

Bolehkah melaksanakan shalat taubat sesudah shalat tahajud atau sebaliknya, melaksanakan shalat taubat dulu kemudian setelah itu shalat tahajud hal ini dilakukan agar mendapat kekhusyuan??

Jawaban:

Bismillah walhamdulillaah wash shalaatu wassalaamu ‘alal mab’uutsi rahmatan lil ‘aalamiin Nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii washahbihii ajma’iin.

Ammaa ba’du.

Diantara kasih sayang Allah Tabaaraka wa Ta’aalaa kepada kita adalah ia tak serta merta menghukum atas kesalahan dan dosa kita, melainkan memberi kesempatan untuk kita bertaubat dan memperbaiki diri serta keadaan.

Diantara bentuk piranti taubat seorang hamba, Allah mensyari’atkan adanya anjuran untuk shalat taubat bagi yang hendak bertaubat. Itu bukan wajib memang, namun dianjurkan (sunat) dan bagian dari adab seorang hamba dalam meminta ampunan.

Diantara dalil tentang keabsahan shalat taubat adalah:

-sponsor-
style="text-align: right;">عن أبي بَكْرٍ الصديق رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ : “وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ”).

Dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

baca juga :  Apakah Jika Mendapati Ruku' Imam Berarti Dihitung 1 Raka'at?

“Tidaklah seseorang berdosa dengan sebuah dosa kemudian ia memperbagus wudhunya, selanjutnya ia shalat 2 raka’at, kemudian memohon ampunan pada Allah, kecuali pasti Allah mengampuni dosanya. Nabi membacakan ayat: ((Dan orang-orang yang jika mereka melakukan keburukan atau mendzhalimi diri mereka sendiri, kemudian mereka mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan tiada yang mengampuni dosa kecuali Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa mereka itu dan mereka mengetahuinya)).” (HR. Abu Dawud)

Sebab adanya shalat taubat itu adalah dosa. Sehingga kapanpun seseorang melakukan dosa dan pelanggaran pada asalnya ia dituntut segera bertaubat. Maka waktu untuk melaksanakan shalat Taubat sangat fleksibel, kapanpun bisa. Bahkan di waktu terlarang untuk shalat sekalipun ia bisa dilakukan. Alasannya karena ia shalat yang memiliki sebab, dan taubat itu wajib ‘alal faur alias segera dan tidak ditunda-tunda.

Bisakah shalat taubat dinanti-nanti pelaksanaannya?

Boleh saja. Sebab Allah akan tetap mengampuni dosa siapapun yang bertaubat, kapanpun ia bertaubat, selama nyawa masih belum sampai kerongkongan dan juga sebelum matahari terbit dari barat. Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum nyawanya sampai di kerongkongan.” (HR. At-Tirmidzi)

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ.

“Sesiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)

baca juga :  Adakah Shalat Dzuhur Setelah Shalat Jum’at ?

Hanya saja bersegera taubat itu sangat dituntut dengan atau tanpa shalat taubat. Karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Terus bagaimana tata cara shalat taubat?

Tidak ada dalil yang kokoh menjelaskan tentang adanya bacaan khusus dalam shalat taubat. Yang pasti ia dikerjakan sebanyak 2 rakaat, dengan tata cara sebagaimana kita kenal seperti biasa. Surat yang dibaca pun tentunya al-Fatihah kemudian surat lainnya. Sementara bacaan ruku’, sujud, dan lainnya sama saja dengan shalat sunah lainnya.

Bolehkah ia dilaksanakan sebelum atau setelah tahajjud?

Keduanya boleh. Karena pada asalnya ia fleksibel. Bahkan bagusnya ketika seseorang berdosa, maka segera ia shalat taubat.

Wallahu Waliyyut Taufiiq

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 155 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *