Jika Kau Di Pihak Yang Benar, Maka Perbagus Akhlaqmu !

  • by

Saya terkesan ketika membaca kisah Ibrahim An-Nizham dan Ibrahim bin Abdul Aziz dalam Syarh Al-‘Uyuun fi Syarh Ar-Risaalah. Keduanya terlibat perselisihan pendapat. Yang satu seorang Mu’taziliy (beraqidah Mu’tazilah) dan yang satunya lagi seorang Ahlussunnah. Hingga keduanya bermusuhan.

Sampai suatu ketika Ibrahim An-Nizham Al-Mu’taziliy (pengikut sekte sesat Mu’tazilah) itu ditimpa kelaparan yang sangat. Hampir saja ia makan lumpur karena kemiskinannya.

Tiba-tiba datang utusan Ibrahim bin Abdul Aziz kepadanya menyampaikan permohonan maaf tuannya karena tak tahu akan kesusahan yang menimpa lawannya.

Utusan itu menyampaikan bahwa tuannya (Ibrahim bin Abdul Aziz) siap menanggung hidupnya. Dan jika An-Nizham bersedia kembali ke negerinya maka akan diberi 30 dinar.

Singkat cerita An-Nizham ini diberi uang yang menurutnya iapun belum pernah memiliki uang sejumlah itu selama hidupnya. Tetapi Ibrahim bin Abdul

-sponsor-
Azizlah (lawannya itu) yang memberinya.

An-Nizham sangat terkesan dengan Akhlaq lawannya itu. Ia memusuhinya dalam masalah prinsip, tapi ia baik dalam akhlaq dan adil dalam kemanusiaan. Hingga akhirnya An-Nizham mengakui akan kebathilan keyakinannya itu dan ia mau rujuk (kembali) kepada pemahaman yang benar dalam permasalahan itu tanpa diminta.

Ikhwah…

Jika kita ahlussunnah dan berada di pihak yang benar, maka hendaknya kita mencontoh akhlaqnya Ibrahim bin Abdul Aziz di atas.

Jangan sampai Al-Haq (kebenaran) yang dibawa tercoreng oleh buruknya Akhlaq.

baca juga :  Macam-Macam Teman Menurut Imam al-Barmawiy

Inilah yang juga begitu berat bagi saya.

Waffaqaniyallahu wa iyyaakum.

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 143 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *