Jabatan Dimata Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum

  • by

Homs, sebuah kota di Syiria yang penuh godaan di zaman ‘Umar bin Khaththab. ‘Khalifah kedua itu sampai berpikir keras siapa yang layak menjadi Wali Kotanya. Karena dimaklumi, di kota yang penuh godaan itu, yang cocok buatnya hanyalah pemimpin yang tahan diperdaya syaithan manapun dan dari jenis apapun. Ia harus seorang Zahid yang gemar Ibadah, serta kuat di atas Syari’at.

Tiba-tiba ‘Umar berseru, “Saya telah menemukannya! Bawa kesini Sa’id bin ‘Amir!”

Tak lama datanglah Sa’id menghadap. Amiirul Mukminin menawarkan jabatan itu. Namun Sa’id menyatakan keberatannya, “Janganlah Saya dihadapkan kepada FITNAH, wahai Amirul Mukminin…!”

Dengan nada keras ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Tidak, Wallahi, Saya tak hendak melepaskan anda! Apakah tuan-tuan hendak membebankan amanah dan khilafah di atas pundakku, lalu tuan-tuan meninggalkan daku?”.

Sa’id pun luluh dan

-sponsor-
mau menerima tawaran jabatan tersebut.

(Diadaptasi dari kitab Rijal haula Ar-Rasul)

Begitulah para shahabat radhiyallahu ‘anhum memandang jabatan. Dan terkadang juga ada sebagian kita yang berupaya mencontoh mereka, namun mereka terpaksa menerima jabatan karena Instruksi Wulatul Umur yang membuat dia sam’an wa tha’atan, mendengar dan taat.

Maka selamatkan dirimu dari dengki pada mereka ini, sebab pada asalnya ia tak ingin jabatan itu. Jangan kau hukum mereka dengan lisan-lisan dan prasangkamu,

sebab itu akan membuat hati mereka remuk redam kedua kalinya, karena tak bisa menolak dan karena tajamnya sikapmu.

baca juga :  Sebab-Sebab Mendapatkan Rezeki Halal (Bagian 1)

Waffaqakumullahu likulli khayr

Akhukum
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 140 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *