Hukum Transaksi Tawarruq

Penanya:

Ustadz, izin bertanya. Jika seseorang butuh uang. Cuma ia sulit nyari yang bisa meminjamkan. Akhirnya ia beli barang secara kredit. Kemudian barang tersebut ia jual ke pihak ketiga (tanpa janjian terlebih dahulu dengan pihak ketiganya alias spontan). Akhirnya ia punya uang cash untuk ia gunakan segera. Apakah yang seperti ini boleh?

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah..

Wash shalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaahi, wa ba’du…

Membeli barang dengan tidak tunai, kemudian dijual kembali ke pihak ketiga dengan harga tunai seperti itu dinamakan Tawarruq.

Bagaimana jenis transaksi ini, bolehkah?

Pada dasarnya dalam masalah muamalah itu semua jenis transaksi boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya atau ada sesuatu yang menjadi sebab keharamannya. Sebagaimana kaidah,

الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم

“Asal

-sponsor-
semua hal (dalam muamalah) itu boleh sampai ada dalil yang menunjukkan pengharamannya.”

Transaksi seseorang meskipun tidak tunai tetap sah dan kepemilikan berpindah pada si pembeli. Maka barang pada transaksi jenis tawarruq itu pada dasarnya sudah jadi milik si pembeli, sehingga ia bebas untuk menjualnya kembali. Asalkan tidak menjual kembali pada penjual pertama dengan harga berbeda sebagai bentuk hilah (pengelabuan) riba. Maka ketika ia menjual kepada pihak ketiga dengan harga tunai hukumnya boleh, asalkan dengan pihak ketiga juga tidak ada kongkalikong agar dijual kembali ke penjual pertama.

baca juga :  Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Bentuk akad ini murni akad jual beli yang tidak dimaksudkan mengakali riba. Dan Allah telah menghalalkan jual beli,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“…Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba…”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)

Akad ini juga dibolehkan oleh mayoritas para ulama, juga difatwakan oleh lembaga fatwa Saudi Arabia, Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Shalih al-Fauzan, Syaikh Bakr Abu Zaid, dan lain-lain.

Maka, kami katakan bahwa tawarruq seperti ini boleh, InSyaaAllah…

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 379 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *