Hukum Shalat Jum’at Bagi Wanita

Penanya:

Bismillah, ustadz izin bertanya.. Bolehkah wanita ikut shalat jum’at?

Dan apakah boleh shalat jum’at dilaksanakan secara rutin bagi wanita atau hanya sesekali saja?

Jawaban:

Bismillah walhamdu lillah, wash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah. Amma ba’du.

Wanita, ada yang sama kewajibannya dengan pria, ada juga yang berbeda. Dan pasti ada hikmah yang besar akan hal tersebut.

Termasuk dalam hal shalat jum’at. Ia wajib bagi para pria muslim, namun tidak wajib bagi wanita.

Rasul shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَربَعَة : عَبدٌ مَملُوكٌ، أَو امرَأَةٌ، أَو صَبِيٌّ، أَو مَرِيضٌ

“Shalat Jum’at adalah kewajiban bagi setiap muslim, untuk dilakukan secara berjamaah, kecuali 4 orang; Budak, wanita, anak kecil (belum baligh), dan orang sakit.” (HR.

-sponsor-
Abu Dawud).

Dengan hadits ini para ulama berijma’ bahwasanya shalat jum’at tidak wajib bagi wanita.

Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijma’ mengatakan,

وأجمعوا على أن لا جمعة على النساء

“Mereka (para ulama) sepakat bahwa Jumatan tidak wajib untuk wanita.”  (Al-Ijma’, no. 52)

Bagaimana jika wanita ikut shalat jum’at suatu waktu?

Jika demikian, maka shalat jum’atnya sah. Ia ikut duduk mendengarkan khutbah dan bermakmum pada imam shalat jum’at. Shalatnya sah dan tidak perlu shalat dzhuhur lagi.

Ibnul Mundzir berkata,

وأجمعوا على أنَّهن إن حضرن الإمام فصلَّينَ معه أن ذلك يجزئ عنهن

baca juga :  Hukum Menambahkan Nama Pasangan Di Belakang Nama Kita (Bagian 1)

“Mereka (para ulama) sepakat bahwa jika ada wanita yang menghadiri shalat jum’at bersama imam, kemudian dia shalat bersama imam, maka itu sudah sah baginya.” (Al-Ijma’, no. 53).

Apakah boleh wanita sering-sering ikut shalat jum’at?

Jika dilihat dari keutamaan, maka shalat dzhuhur di rumah lebih utama bagi wanita daripada shalat jum’at ke mesjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا تمنعوا نساءكم المساجد ، وبيوتهن خير لهن

“Janganlah kalian menghalangi istri kalian untuk ke masjid. Dan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud)

Selain itu jika sering-sering dikhawatirkan akan terjadi banyak hal pada wanita berupa pelanggaran, semisal bersolek, memakai wewangian, dan lainnya yang bisa memfitnah kaum Adam. Sehingga itulah mungkin hikmah dibalik tidak diwajibkannya mereka ikut shalat jum’at bersama pria.

Sehingga sebaiknya tidak sering-sering. Namun jika mereka ingin ke mesjid, maka tidak boleh dihalangi.

Hanya saja hendaknya seseorang memperhatikan bagaimana kebiasaan di masyarakatnya. Jangan sampai yang dilakukan malah menimbulkan kemudharatan, sementara yang dilakukan bukanlah kewajiban.

Wallahu waliyyut taufiiq

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 206 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *