Hukum Menyebutkan Nama-nama Orang Yang Berqurban Ketika Penyembelihannya

  • by

Penanya:
Ustadz, apa hukum menyebutkan nama-nama orang yang berqurban ketika penyembelihannya?

Jawaban:
Tidak menjadi keharusan, tapi boleh…

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأَتَى بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِيِ (مسند أحمد (23/ 172)

“Dari Jabir bin Abdullah berkata; saya menyaksikan penyembelihan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di sebuah tempat shalat. Tatkala beliau selesai khutbahnya, beliau turun dari mimbarnya dan membawa kambing lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyembelih dengan tangan beliau dan berkata; BISMILLAH WA ALLAHU AKBAR, ini adalah dariku dan dari orang yang belum berkurban dari kalangan umatku. (Musnad Ahmad, Jilid 23, hal.

-sponsor-
172)

Ini menunjukkan adanya pelafalan dari siapa qurban tersebut.

Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughniy mengatakan,

وَإِنْ ذَكَرَ مَنْ يُضَحِّي عَنْهُ فَحَسَنٌ ؛ لِمَا رَوَيْنَا مِنْ الْحَدِيثِ

“Dan jika menyebutkan siapa yang berqurban maka itu baik, sebagaimana yang kami riwayatkan dari hadits.” (Al-Mughniy jilid 21, hal. 497)

Wallahu Waliyyut Taufiiq

Akhukum,

Al-Faqiir ilallah Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Tasyim

(Visited 37 times, 1 visits today)
baca juga :  Waktu Sangat Dianjurkan Untuk Bersiwak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *