Hukum Melepas Alat Resusitasi Pada Pasien

Pertanyaan:
Bismillaah. Ustadz Afwan izin bertanya, saudara ana sudah beberapa hari terbaring tak berdaya di kamar ICU rumah sakit.
Apakah diperbolehkan dalam Islam bila kita mau melepas alat Resusitasi yang membantu pasien masih bisa bertahan hidup?
Atau kita harus tetap mempertahankan alat-alat medis tersebut? Tapi kita tidak ingin si sakit menderita.
Mohon penjelasannya ustadz, ana selaku keluarganya sangat membutuhkan jawabannya
Syukron.

Jawaban:
Bismillaahi wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasuulillaah, Amma ba’du.

Dalam permasalahan ini para Ulama memberikan rincian hukumnya.
Jika pasien masih ada kesempatan hidup, maka tidak boleh dilepas dulu alat Resusitasinya. Terlebih lagi jika keluarga masih bisa mendanainya.

Jika pasien sudah tidak punya kesempatan hidup menurut medis. Alat resusitasi hanya buat memperpanjang nafas saja hingga seminggu, misalkan. Maka boleh dilepas.

Jika batang otak sudah tidak berfungsi, yang berfungsi hanya organ lain saja semisal

-sponsor-
jantung. Itupun berdenyut lemah. Maka kondisi demikian dibolehkan untuk mencabut alat resusitasi menurut para ulama.

Majma’ al Fiqhiy al Islamiy mengeluarkan fatwa,

إذا توقف قلبه وتنفسه توقفاً تاماً وحكم الأطباء بأن هذا التوقف لا رجعة فيه

“Jika jantung berhenti berdenyut, nafas juga berhenti sempurna, para dokter juga sudah menghukumi bahwa pasien tak bisa sembuh lagi…”

إذا تعطلت جميع وظائف دماغه تعطلاً نهائياً وحكم الأطباء الاختصاصيون الخبراء بأن هذا التعطل لا رجعة فيه، وأخذ دماغه في التحلل…

baca juga :  Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

“Jika semua aktifitas otak telah berhenti total kemudian (mati bantang otak) dan tim dokter (spesialis) telah menghukumi bahwa hal ini tak membuat ia seperti semula dan otak mulai mengalami kerusakan.”

وفي هذه الحالة يسوغ رفع أجهزة الإنعاش المركبة على الشخص وإن كان بعض الأعضاء كالقلب مثلاً لا يزال يعمل آلياً بفعل الأجهزة المركبة

“Maka dalam kondisi demikian DIBOLEHKAN mencabut peralatan resusitasi dari seseorang meskipun sebagian anggota badan seperti jantung masih berfungsi karena alat-alat tersebut.” (Fatâwâ li ath-Thabîbil Muslim)

Maka silahkan ini dijadikan patokan. Semoga Allah berikan keajaiban dengan menyembuhkan beliau.. Aamiin.

Wallahu A’lam.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)
Editor : Dudi Rusdita

(Visited 90 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *