Hukum Hewan Ternak yang Disembelih Tanpa Ucapan “Bismillah

  • oleh

Penanya:

Ustadz izin bertanya, bagaimana status hewan yang disembelih tanpa ucapan “Bismillah”?

Jawaban:
Alhamdulillah, wash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaahi, Wa Ba’du.

Diantara bentuk keindahan syari’at Islam adalah untuk menyembelih binatang ternak pun ada aturan bakunya. Ini menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam.

Diantara ajaran Islam ketika menyembelih hewan ternak adalah dengan mengucapkan “Bismillah” terlebih dahulu. Karena itu menunjukkan bentuk ta’abbud (tunduk aturan ibadah) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Bagaimana jika hewan ternak tersebut tidak disembelih dengan ucapan “Bismillah”? Bagaimanakah statusnya?

Dalam hal ini ada 2 pendapat besar mengenainya:

Pertama, Jumhur (mayoritas) ulama yang terdiri dari ulama madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menghukumi bangkai bagi hewan yang disembelih orang Islam dengan sengaja tanpa ucapan “Bismillah” saat penyembelihannya.

Berdasarkan firman Allah Tabaaraka Wa Ta’aalaa,

-sponsor-
style="text-align: right;">وَلَا تَأْكُلُوْا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَاِ نَّهٗ لَفِسْقٌ ۗ وَاِ نَّ الشَّيٰطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ اِلٰۤى اَوْلِيٰۤـئِـهِمْ لِيُجَا دِلُوْكُمْ ۚ وَاِ نْ اَطَعْتُمُوْهُمْ اِنَّكُمْ لَمُشْرِكُوْنَ

“Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 121)

Kedua, ulama madzhab Syafi’iyyah menganggap halal sembelihan tanpa membaca “Bismillah” ketika penyembelihannya. Mereka berdalil dengan hadits,

baca juga :  Kapan Waktu Shalat Taubat

ذبيحة المسلم حلال، ذكر اسم الله أو لم يذكر.

“Sembelihan seorang muslim itu halal, baik ia menyebut nama Allah ataupun tidak.” (HR. Abu Dawud)

Manakah yang mendekati kebenaran?

Kalau kita teliti hadits yang dijadikan sandaran oleh pendapat kedua, maka kita dapati ia merupakan hadits mursal. Dan terdapat salah seorang perawinya majhul (tidak dikenal). Maka ia tidak bisa dijadikan sandaran.

Dengan demikian pendapat Jumhur ulama dalam hal ini adalah yang paling kuat menurut kami. Yaitu hewan yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah atau tanpa “Bismillah” maka statusnya bangkai.

Wallahu Waliyyut Taufiiq.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 116 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *