Hikmah Pandemi Corona

  • by

Mufti al Mamlakah Su’udiyyah (KSA) Fadhilaatus Syekh Abdul Aziz Alu Asy Syekh hafizhahullahu, berkata:

Bismillah. Washallallahu wa sallama wa baraka alaa” Rasulillah waalihi washahbihi waba’du,

Wahai saudara-saudara,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sebuah musibah dari musibah-musibah yang ada pasti akan terjadi, Karena Allah Ta’ala berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. ( Al-Hadid: 22)

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ‎

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (Asy-Syura: 30)

أَوَلَمَّآ أَصَٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌۭ قَدْ

-sponsor-
أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ ۗ

Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “ tu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (Ali ‘Imran: 165)

Dan pandemi yang besar ini untuk mengingatkan manusia,

memperingatkan mereka, dan menyadarkan hati-hati mereka dari kelalaian terhadap Allah ‘Azza wa Jalla

Serta agar mereka mengetahui dengan sebenarnya, bahwa meskipun mereka memiliki kemampuan, kecerdasan, dan kemampuan dalam banyak hal, akan tetapi mereka ternyata tidak mampu menghindarkan diri mereka dari bahaya dan mengambil manfaat untuk diri mereka, pikiran mereka bingung dan mereka tidak bisa  mengerti apa jenis yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop ini, akan tetapi ia terjadi di setiap tempat.

baca juga :  Solusi dari Quran Terkait Interaksi Sesama Kita

Maka Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, agar mereka mengetahui

۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

Bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. (At-Talaq: 12) ‎

Sehingga, jika seseorang mengetahui hal ini adalah ketentuan dan takdir Allah, maka hendaklah ia bertawakal (bersandar) kepada Allah, berlindung kepada-Nya, memohon keteguhan di atas kebenaran dan istiqomah di atasnya serta menjaga kaum muslimin dari kejelekan musibah ini. Hendaknya kaum muslimin kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan sungguh kami telah mendengar adzan dari para muadzin di seluruh negara eropa yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh umat yakin kalau Rahmat, kasih sayang, dan belas asih hanyalah ada pada Agama Islam yang datang dengan berbagai keutamaan dan datang dengan anjuran untuk bersabar atas berbagai musibah dan balasan atasnya. Dan bahwasannya seorang muslim diperhitungkan untuknya kesabaran atas musibahnya. Dalam hadits:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ عليها وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ عليها”

“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar atasnya dan apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur atasnya.”

baca juga :  Kabar Gembira Bagi Pengemban Al Quran

Dan ini khusus untuk seorang mukmin, bersyukur di saat lapang dan bersabar di saat sempit.

Sumber: www.mufti.af.org.sa

http://t.me/ukhwh

—————————————————–

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *