HARGA MELAMBUNG TINGGI

  • by

Ketika belanja material untuk pembangunan Ma’had, saya terkejut bahwa harga material melonjak tinggi dengan cepat. Naik 10 ribu per barang saja sangat terasa besar, sebab pembangunan itu tak hanya butuh 1 barang.

Harga-harga naik. Sebagiannya melambung. Ditambah lagi kondisi yang tidak menentu selama pandemi. Disinilah keimanan kita diuji. Disinilah kekuatan tawakkal ‘alallâh dibutuhkan.

Dikatakan kepada Abu Hazim (Salamah bin Dinar) rahimahullâh,

يا أبا حازم أما ترى قد غلا السعر؟

“Wahai Abu Hazim, tidakkah kau lihat bahwa harga-harga melambung tinggi?”

Kemudian beliau berkata,

وما يغمكم من ذلك؟ إن الذي يرزقنا في الرخص هو الذي يرزقنا في الغلاء”.

“Lantas apa yang membuat kalian gundah dari itu? Sesungguhnya Rabb yang memberikan rizqi pada kita di kala harga murah adalah juga Rabb yang tetap akan memberikan rizqi pada kita ketika harga melambung.” (Hilyatul Awliyâ)

Jawaban yang

-sponsor-
sangat menentramkan jiwa. Teringatkanlah kita tentang jaminan rizqi dari Allah di banyak ayat dalam Al-Quran.

Terkadang kita lupa, bahwa rizqi akan terus mengejar kita dimanapun kita berada. Rasul shallallâhu ‘alayhi wasallam bersabda,

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

“Kalaulah anak Adam lari dari rizqinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rizqinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah no. 952)

Kita juga sering terlupa bahwa batas habisnya rizqi kita itu adalah kematian, bukan saat ini. Sepanjang kita hidup, berarti rizqi kita telah dijamin.

baca juga :  Dimanakah Manusia Akan Dibangkitkan Pada Hari Kiamat Nanti?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam jiwaku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rizqinya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rizqi. Jangan sampai tertundanya rizqi mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rizqi di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabarâniy. Al-Albaniy menshahihkannya)

Maka kuncinya adalah perbagus dalam mencarinya. Bertaqwa pada Allah, jauhi sumber penghasilan yang haram. Serta jauhi cara-cara yang diharamkan. Jauhi pula pembelanjaan yang haram.

Nabi shallallâhu ‘alayhi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertaqwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rizqinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertaqwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi. Tempuhlah jalan-jalan mencari rizqi yang halal dan tinggalkan yang haram.” (Riwayat Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albâniy).

Yâ Razzâq, bukakan pintu-pintu rizqi yang halal dan thayyib untuk kami. Sebagai bekal beribadah padamu di dunia yang singkat ini…

baca juga :  Menjawab Syubhat Melihat Nabi Dalam Keadaan Terjaga (Bagian 1)

Ma’had Daar El ‘Ilmi, Beusi. Di saat menikmati ujian sakit.

Akhukum,

Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor : Dudi Rusdita

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *