Berdo’a Agar Diberi Ilmu

  • oleh

Kebutuhan kita terhadap Ilmu melebihi kebutuhan kita akan makan dan minum. Seseorang yang memiliki ilmu bak membawa obor di tengah gelap dan pekatnya malam. Jalannya akan diterangi hingga sampai di tujuan.

Seorang muslim itu senantiasa menghiasi dirinya dengan ilmu. Karena agamanya dibangun di atas kekokohan ilmu. Allah dan Rasul-Nya juga mewajibkan untuk menuntut ilmu.

Hal yang perlu diperhatikan oleh penuntut ilmu adalah berdo’a. Berdo’a kepada Alah memohon tambahan ilmu.

Allah Ta’âlâ berfirman,

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَـقُّ ۚ وَلَا تَعْجَلْ بِا لْقُرْاٰ نِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰۤى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

“Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 114)

-sponsor-
style="text-align: justify;">Rasul shallallâhu ‘alayhi wasallam juga mendo’akan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumâ agar diberi ilmu Ta‘wil, kemudian Allah mengabulkan do’a beliau sehingga Ibnu ‘Abbas menjadi Turjumân al-Qurân. Al-Hasan rahimahullâh berkata,

وكان يقوم على المنبر، فيقرأ البقرة وآل عمران، فيفسرهما آية آية.

“Beliau (Ibnu ‘Abbas) berdiri di atas mimbar. Beliau membaca surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imrân sembari menafsirkan keduanya ayat per ayat.” (At-Tahbîr li Qawâ’id at-Tafsîr, hal. 7)

Pernah diceritakan juga oleh Abu Wâ-il bahwasanya Ibnu ‘Abbas pernah berkhuthbah membacakan surat An-Nûr kemudian menafsirkannya ayat per ayat. Takjub dengan kedalaman dan keluasan ilmu Ibnu ‘Abbâs, Abu Wâ-il berkata,

baca juga :  Hukum Meminta Perkara Dunia Dalam Shalat

ما رأيت ولا سمعت كلام رجل مثل هذا، لو سمعته فارس والروم والترك لأسلمت.

“Aku belum pernah melihat dan belum pernah mendengar perkataan seseorang semisal ini. Jikalah orang persia, Romawi, dan Turki mendengarkannya maka mereka akan masuk Islam seluruhnya.”

Ummu Salamah radhiyallâhu ‘anhâ berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعو في صلاة الصبح: اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا صالحا ورزقا طيبا.

“Adalah Rasulullâh shallallâhu ‘alayhi wasallam senantiasa berdo’a dalam shalat shubuh: Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih, dan rizqi yang baik.” (Riwayat ath-Thayâlisiy, Ahmad, dan ath-Thabarâniy dalam ad-Du’â. Ibnu Hajar menghasankannya)

Kita perhatikan bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alayhi wasallam senantiasa meminta ilmu kepada Allah.

Berkata Mu’adz bin Jabal kepada Malik bin Yakhâmur rahimahullâh ketika ia bertanya tentang ilmu,

اطلبه من معلم إبراهيم

“Mintalah ilmu dari Guru-nya Ibrâhîm (Allah Jalla Jalâluh).

Mari kita memohon ilmu yang bermanfaat pada-Nya serta taufiq untuk mengamalkannya…

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 81 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *