Bangga Diri

Ibnul Qoyyim rahimahullah, menulis dalam Kitabnya Madārijus Sālikīn,

“Jika Allah bukakan pintu-pintu kemudahan bagimu untuk Qiyamullail, maka janganlah kau memandang mereka yang tidur dengan pandangan meremehkan.

Jika Allah membukakan bagimu pintu-pintu kemudahan untuk Shaum, janganlah memandang mereka yang berbuka (karena udzur) dengan pandangan merendahkan.

Jika Allah bukakan bagimu pintu-pintu kemudahan untuk jihad, maka janganlah kau pandang lemah mereka yang hanya duduk-duduk.

Karena betapa banyak, orang-orang yang kau remehkan itu LEBIH DEKAT pada Allah daripada dirimu!

Jika engkau bermalam dengan tidur sampai Shubuh menjelang dalam keadaan menyesal itu masih lebih baik daripada engkau bermalam dengan Shalat malam sampai shubuh dalam keadaan BANGGA DIRI!

Karena bangga diri itu tidak akan menaikkan amal-amal shalih!”

Rasul ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda,

ﺛَﻼَﺙُ ﻣُﻬْﻠِﻜَﺎﺕٍ :

-sponsor-
ﺷُﺢٌّ ﻣُﻄَﺎﻉٌ ﻭَﻫَﻮًﻯ ﻣُﺘَّﺒَﻊٌ ﻭَﺇﻋْﺠَﺎﺏُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪ
ِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ‘ujub ( merasa berbangga diri) seseorang terhadap dirinya sendiri”. (Riwayat at-Thobarōniy dalam Al-Awsath no 5452 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shohīhah no 1802).

Al Imam Ibnul Mubārok rahimahullah berkata,

ﻭَﻻَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤُﺼَﻠِّﻴْﻦَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺷَﺮٌّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌُﺠْﺐ
ِ

“Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub (bangga diri)” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sy’abul Iman no 8260).

baca juga :  Pendidikan Para Pendahulu Yang Shalih

Inilah penyakit yang tanpa sadar sering hinggap di dada sebagian besar ‘Alim dan ‘Abid.

Ghafarollōhu lanā..

.

Akhukum,
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I. (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Edotor: Adnan Aliyyudin

(Visited 85 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *