Apakah Allah Berada Di Atas Langit?

  • by

Penanya:

Ustadz apakah benar Allah itu di atas langit?

Jawaban:

Tak diragukan lagi bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berada di atas ‘Arsy, berada di atas langit. Ini yang diyakini kaum muslimin dari semenjak dulu hingga sekarang dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Sudah menjadi konsensus ummat karena sangat jelas dan tegas dalil-dalil akan hal ini baik dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ahlussunnah menetapkan sifat bagiNya apa yang telah Ia sifatkan untukNya sendiri. Meyakininya, mengimaninya, dan tidak menanyakan bagaimananya, itulah ahlussunnah. Mengapa? Sebab Dia sendiri yang Tahu tentang bagaimananya, sementara akal kita tak akan mampu mencapainya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَ رْضَ فَاِ ذَا هِيَ تَمُوْرُ ۙ

“Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia

-sponsor-
yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 16)

اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَا صِبًا ۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ

“Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 17)

Hadits tentang jariyah (budak perempuan) yang ditanya tentang keberadaan Allah,

أين الله؟ قالت: في السماء. قال: أعتقها فإنها مؤمنة.

baca juga :  HARGA MELAMBUNG TINGGI

“Dimana Allah?” ia menjawab: “di atas langit.” Rasul bersabda: “Merdekakan ia karena sesungguhnya ia seorang Mukminah (wanita beriman).” (Riwayat Muslim)

Ada juga 7 ayat dalam Al-Quran yang menyatakan Allah istiwa di atas ‘Arsy.

Imam Malik pernah ditanya terkait Istiwa ini,

كيف استوى؟ فقال: الاستواء غير مجهول، والكيف غير معقول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة، ثم أمر بالرجل فأخرج.

“Bagaimana Istiwa itu?” beliau menjawab: “Istiwa itu difahami, sementara bagaimananya tak terjangkau akal, beriman dengannya wajib, bertanya bagaimananya bid’ah.” Kemudian beliau menyuruh agar lelaki tersebut diusir. (Syarh Atsar Lum’atil I’tiqad lil Mahmud & Syarh Atsar Malik bin Anas)

Kaidah Imam Malik rahimahullah ini dalam menjawab bisa juga kita gunakan untuk sifat-sifat Allah lainnya. Sebagai contoh misalkan Allah memiliki tangan, maka kita katakan Tangan itu dimaklumi, namun bagaimananya akal kita tak mampu menjangkaunya, beriman dengannya wajib, bertanya bagaimananya bid’ah. Begitu seterusnya…

Dan masih banyak dalil lainnya. Imam Ibnul Qayyim menyebutkan ada 1000-an dalil yang menunjukkan Allah berada di atas, bahkan 2000-an dalil. Tentunya tidak cukup membahasnya dalam tulisan ini. Maka cukuplah kita mengimaninya, menetapkannya dan tidak menyerupakannya dengan makhluk. Adapun bagaimananya dikembalikan kepada keagungan dan kemuliaan-Nya.

Wallahu Waliyyut Taufiiq.

Akhukum
Mochamad Teguh Azhar, Lc., S.Kom.I (Mudir Ma’had Daar El ‘Ilmi)

Editor: Adnan Aliyyudin

(Visited 117 times, 1 visits today)
baca juga :  Sebab-Sebab Bertambahnya Iman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *